Meningkatkan Posisi Tawar (Bargaining Power): Menyatukan massa dan sumber daya dari
berbagai organisasi membuat posisi pekerja menjadi jauh lebih kuat saat bernegosiasi dengan
manajemen perusahaan atau pemerintah.
Memperluas Dukungan Publik: Mengangkat isu pekerja (seperti upah layak atau keselamatan
kerja) agar menjadi perhatian masyarakat luas, bukan hanya masalah internal buruh di dalam pabrik
atau kantor.
Efisiensi Sumber Daya: Berbagi beban dana, keahlian (misalnya tim hukum atau ahli media),
tenaga, dan fasilitas aliansi agar kampanye berjalan lebih efektif.
Mempengaruhi Kebijakan Publik: Mendorong lahirnya regulasi atau undang-undang yang
pro-pekerja melalui tekanan politik yang lebih masif secara kolektif.
Membangun Solidaritas Lintas Sektor: Menghubungkan isu ketenagakerjaan dengan isu sosial
lainnya. Contohnya, berkolaborasi dengan organisasi lingkungan untuk mengampanyekan Green
Jobs (pekerjaan ramah lingkungan) atau keselamatan kerja dari limbah berbahaya.