ID ENG

Walau Mendapat Intimidasi dan Kekerasan dari FSP TSK SPSI Tangerang, Buruh FSB GARTEKS KSBSI Bakal Demo Lagi di PT. Victory Chingluh Indonesia

Tanggal Publish: 14/11/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS KSBSI) Tangerang Raya Banten menyampaikan bakal kembali aksi demo di PT. Victory Chingluh Indonesia di Kecamatan Pasar Kemis Tangerang Banten. Demo ini menolak pemberangusan serikat buruh (union busting), Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dialami pengurusnya di perusahaan supplier brand Nike tersebut.

Tri Pamungkas Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya membenarkan pihaknya akan melakukan aksi demo di PT. Victory Chingluh Indonesia. Tepatnya pada Kamis 18 November 2021 dan dimulai dari pagi sampai sore hari.  Peserta aksi demo yang bakal diturunkan nanti lebih banyak dari sebelumnya.

“Aksi demo yang bakal digelar juga gabungan dan mendapat dukungan dari Koordinator Wilayah (Korwil) dan federasi yang berafiliasi dengan KSBSI,” ucapnya, Minggu (14/11/2021).

Dia menegaskan pihaknya tidak pernah mundur dengan segala bentuk ancaman ketika membela hak buruh dan anggotanya. Pasalnya, pada Kamis Pada Kamis (11/11/2021) massa buruh FSB GARTEKS KSBSI yang hendak aksi demo di PT. Victory Chingluh Indonesia, mendapat perlakuan intimidasi dan kekerasan. Bahkan pengerusakan juga perampasan atribut organisasi FSB GARTEKS dan Atribut KSBSI dari massa serikat pekerja FSP TSK SPSI Kabupaten Tangerang.

“Waktu sedang melakukan aksi damai, massa dari FSP TSK SPSI Kabupaten Tangerang juga mengklaim sedang melakukan aksi demo dengan alasan pengamanan  lokasi sama. Namun tak lama kemudian memaksa kami untuk bubar. Padahal yang berhak membubarkan demo itu kepolisan. Mereka tak ada wewenang. Sebab FSB GARTEKS KSBSI sebelumnya sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi demo,” jelasnya.

Lanjutnya, Tri Pamungkas menyampaikan massa dari FSP TSK SPSI tak hanya sekadar memaksa membubarkan. Tapi juga bersikap arogan mencabut bendera organisasi dan dijadikan alat memukul-mukuli mobil komando FSB GARTEKS KSBSI.

“Tak sampai disitu, massa dari FSP TSK SPSI juga merobek spanduk dan atribut organisasi FSB GARTEKS KSBSI. Tindakan mereka ini saya nilai tak ada sikap intelektual dan bersikap barbar. Seharusnya, kalau mengaku aktivis serikat pekerja justru membela kami menolak PHK sepihak dan segala bentuk union busting. Tapi ini kok justru terkesan membela kepentingan perusahaan,” ucapnya.

Ia juga mengkritik pihak kepolisian yang seharusnya bersikap netral menjaga aksi demo. Dan membiarkan 2 kelompok saling berhadapan serta terkesan hendak mengadu domba. Bahkan polisi pun ikut-ikutan menyuruh massa buruh FSB GARTEKS KSBSI supaya mundur dari lokasi demo.

“Seharusnya pihak polisi melindungi kami, ketika mendapat perlakuan intimidasi dan kekerasan dari TSK SPSI ini, bukan terkesan membiarkan praktik intimidasi dan kekerasan terjadi,” terangnya.

Setelah mendapat perlakuan yang tidak terpuji itu, pihaknya memutuskan menarik diri dari lokasi aksi demo dan kembali ke kantor DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi agar tak terjadi konflik semakin memanas.

“FSB GARTEKS KSBSI tidak mendidik anggotanya untuk melakukan kekerasan. Namun akan tetap melakukan konsolidasi dan melaporkan ke pihak kepolisian atas kejadian intimidasi dan kekerasan yang menimpa pengurus dan anggota kami. Termasuk membuat surat resmi ke International Labour Organization (ILO) perwakilan Jakarta serta afiliasi internasional FSP TSK SPSI dan oknum DPC KSPSI Kabupaten Tangerang ke Internasional,” tutupnya. (AH)