ID ENG

Tri Pamungkas: Solidaritas, Transparan dan Kekeluargaan Kunci Membesarkan Serikat Buruh

Tanggal Publish: 01/03/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS-KSBSI) Tangerang Raya sudah usai. Acara tersebut digelar di VHotel Bandung Jawa Barat, pada 26-27 Februari 2021. Pada konfercab ini, duet Tri Pamungkas dan Aris Sokhibi kembali terpilih aklamasi sebagai Ketua Cabang dan Sekretaris 2021-2025.

Dalam pidato resminya, Tri Pamungkas menyampaikan ada beberapa agenda keputusan organisasi yang akan dijalankan selama 4 tahun kedepan. Diantaranya menargetkan penambahan jumlah anggota dan pengurus komisariat (PK) di tiap perusahaan. Kemudian penambahan jumlah dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) serta meningkatkan jenjang kepemimpinan buruh perempuan, dari tingkat PK sampai cabang.  

Selain itu, Konfercab DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya telah sukses menjalankan proses pemilihan kepemimpinan melalui online digitalisasi. Artinya, serikat buruh yang dipimpinnya sudah mampu beradaptasi dengan perkembangan industri 4.0.

“Kami berharap, setelah semua pengurus DPC FSB GARTEKS Tangerang Raya resmi dilantik, semua pihak bisa menerima. Baik dari instansi pemerintah, asosiasi pengusaha, maupun kawan-kawan lintas serikat buruh/pekerja di Tangerang Banten,” ujarnya.

Dalam menjalan roda organisasi, Tri Pamungkas menjelaskan organisasinya tetap mengedepankan sosial dialog untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial dengan pengusaha dan pemerintah. Ia optimis, melalui sosial dialog, FSB GARTEKS KSBSI akan berdampak positif dan diterima semua pihak.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh PK, perwakilan DPP, DPC DKI Jakarta, Serang, Bandung, Bogor, Karawang yang telah hadir dan mensukseskan Konfercab ini,” ungkapnya.

Intinya, mengemban tugas di DPC FSB GARTEKS KSBSI merupakan beban yang berat ditengah pandemi Covid-19. Apalagi, setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja pastinya menambah Pekerjaan Rumah (PR) dalam menyelesaikan soal upah dan kesejahteraan buruh. Tapi dia yakin, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di organisasinya, setiap masalah pasti bisa diselesaikan.

“Kami akan usahakan tetap berkomitmen mengedepankan solidaritas, transparan dan kekeluargaan diantara pengurus dan anggota. (AH)