ID ENG

Tolak Upah Murah dan Kenaikan BBM, 10 Ribu Buruh Bakal Demo di Kantor Bupati Bogor

Tanggal Publish: 13/09/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Bogor, rencananya pada 19 September 2022 akan mengerahkan 10 ribu massa buruh untuk melakukan unjuk rasa. Aksi demo tersebut akan dilakukan di Kantor Bupati Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dimulai dari pagi hari sampai sore hari. Jika pada pukul 16.00 WIB, tuntutan tidak didengarkan, maka setiap perwakilan serikat buruh bakal melanjutkan menginap di Kantor Bupati.

Faisal Sekretaris DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor mengatakan ada beberapa poin tuntutan yang akan disampaikan buruh dalam aksi demo nanti. Pertama, buruh akan mendesak Iwan Setiawan Plt. Bupati Bogor dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk menaikan upah di Kabupaten Bogor sebesar 13 persen pada 2023. Kedua, mendesak kenaikan upah sebesar 13 persen bagi pekerja masa 1 tahun tahun 2023.

“Ketiga, buruh menolak dan mendesak kenaikan harga BBM. Dan tuntutan terakhir kami mendesak untuk mencabut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja,” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (13/9/2022).

Dia menjelaskan, alasan aktivis buruh ingin melakukan aksi menginap di Kantor Bupati Bogor jika tuntutan tidak dikabulkan, karena selama ini setiap melakukan demo sering tidak dipedulikan. Karena itulah, aksi demo ini yang akan dilakukan, buruh akan lebih bersikap kritis agar tuntutan bisa didengarkan.

“Aksi demo akan dimulai dari pagi sampa sore hari titik pusat unjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Bogor,” kata Faisal.

Lanjutnya, dia menerangkan, setelah sore hari, ada keputusan bersama bahwa setiap massa aksi demo tidak lagi memakai bendera masing-masing dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Bogor. Sehingga, aksi demo ini nantinya lebih mengatasnamakan pekerja/ buruh di Kabupaten Bogor yang perduli memperjuangkan upah layak pada 2023 nanti.

Adapun  perwakilan Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Bogor diantaranya dari FSPMI, F Lomenik,  FSB NIKEUBA, FSB GARTEKS KSBSI, Federasi Hukatan, FKUI KSBSI, PPMI, FSP LEM, PPPI, FSP KEP, FSPMI, SPN. (AH)