ID ENG

Tolak Union Busting, Massa FSB GARTEKS KSBSI Kota Bandung demo PT. Gading Mas Wirajaya

Tanggal Publish: 18/10/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Hari ini, massa dari Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) Kota Bandung Jawa Barat melakukan aksi demo di PT. Gading Mas Wirajaya. Dikabarkan, 3 hari sebelum aksi demo, pihak perusahaan meliburkan pekerjanya.

 Ahmad Munir Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kota Bandung menjelaskan aksi demo ini dilatarbelakangi ketua, wakil ketua dari Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS KSBSI PT. Gading Mas Wirajaya di mutasi ke daerah Jawa Tengah. Sebelumnya, ketua PK nya juga dimutasi, dari bagian produksi ke bagian lain. Oleh sebab itu, mereka menolak pemberangusan serikat buruh di lingkungan perusahaan.

“Sebelumnya kami pernah mengirim surat audiensi untuk melakukan dialog sosial dengan perusahaan serta meminta klarifikasi terkait soal mutasi. Tapi mereka terkesan tertutup,” ucapnya saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (18/10/2022).

Ahmad Munir menjelaskan alasan utama FSB GARTEKS KSBSI Kota Bandung melakukan demo di PT. Gading Mas Wirajaya, karena terdengar kabar perusahaan tersebut akan tutup. Sehingga, buruh mendesak, kalau perusahaan hendak tutup, maka melalui proses likuidasi.

“Sejauh ini kami belum mengetahui alasan perusahan ingin menutup usahanya. Atau informasi ini hanya sekadar gertakan saja untuk menakut-nakuti buruh,” terangnya.

Lanjutnya, dia menyampaikan pimpinan perusahaan juga telah mengingkari kesepakatan. Karena sebelumnya ada kurang lebih 35 buruh yang status kontrak yang sudah dijanjikan diangkat menjadi pekerja tetap, justru tidak dilaksanakan. Kemudian, pimpinan perusahaan menumbalkan HRD yang lama dan sekarang ini posisinya sudah diganti.

“Intinya, perusahaan memang ada indikasi kuat tidak suka kehadiran FSB GARTEKS KSBSI di perusahaan,” terangnya.

Ahmad Munir juga mengatakan pihak kepolisian sebenarnya sudah menawarkan dialog untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Tapi tetap saja tidak ada tanggapan dari perusahaan. Nah, terkait tuntutan upah lembur bagian supir juga tidak ada. Bahkan, sebagian mobil ekspedisi yang tujuan keluar kota sebagian besar kir nya sudah mati. Sehingga supir terpaksa harus berangkat subuh atau tengah malam. “

“Kalau terjadi sesuatu ditengah jalan, terpaksa supirnya yang bertanggung jawab,” pungkasnya.         

 Ada beberapa tuntutan yang disampaikan saat aksi demo, diantaranya:

  1. Menolak rencana penutupan perusahaan dengan alasan yang tidak berdasar tanpa melalui proses likuidasi.
  2. Stop pemberangusan serikat buruh terhadap keberadaan PK GARTEKS KSBSI PT. Gading Mas Wirajaya.
  3. Mempekerjakan kembali pengurus dan anggota yang di mutasi ke Jawa Tengah karena tidak berdasar.
  4. Angkat buruh yang dipekerjakan dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu.
  5. Berlakukan pengupahan dengan memakai Struktur Skala Upah.
  6. Berikan kekurangan upah buruh yang hanya dibayar 50 persen tatkala perusahaan off.
  7. Memberikan upah lembur terhadap buruh yang bekerja overtime.
  8. Kepada para driver supaya tidak dibebankan biaya tatkala melanggar lalu lintas yang disebabkan bukan kesalahan dari driver.
  9. Tidak intervensi atas keluarnya surat dokter karena buruh sakit.
  10. Perjelas kepersertaan BPJS Kesehatan.
  11. Permudah serikat buruh melakukan kegiatan serikat buruh dan berikan fasilitas kesekretariatan.
  12. Tidak ada diskriminasi intimidasi, mutasi setelah aksi demo.
  13. Bentuk lembaga kerjasama Bipartit.

Selain aksi demo, Ahmad Munir mengatakan serikat buruhnya juga melakukan audiensi ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung. Dalam dialog tersebut, dia mendesak pihak Disnaker Kota Bandung untuk ikut bertanggung jawab dalam penyelesaian di PT. Gading Mas Wirajaya.

“Perlawanan akan tetap kami lakukan sampai masalah yang kami hadapi bisa terselesaikan dengan cepat,” tutupnya. (AH)