ID ENG

Terkait Mediasi Dengan PT. Tainan Enterprises Indonesia Mulai Ada Solusi, Ini Penjelasan Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta

Tanggal Publish: 09/12/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan Pengurus Komisariat (PK) Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (PK FSB GARTEKS KSBSI) di PT. Tainan Enterprises Indonesia, mulai ada titik terang. Hal ini dilatarbelakangi terjadi PHK Sepihak dan indikasi pemberangusan serikat buruh (union busting) di perusahaan mereka bekerja. 

Yumana Sagala Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta mengatakan setelah dilakukan mediasi dengan pihak perusahaan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta akhirnya mulai ada solusi. Ia berharap permasalahan yang dihadapi PK FSB GARTEKS PT. Tainan Enterprises Indonesia dengan perusahaan bisa terselesaikan secara baik.

Sebelumnya, DPC FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta melaporkan masalah ini ke Disnaker dan Dewan Pengawas Ketenagakerjaan DKI Jakarta. Laporan ini terkait perselisihan hubungan industrial serta Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak dan Pemberangusan Serikat Buruh (union busting).

“Nah, dari 16 laporan yang kami sampaikan, hasil putusan Pengawasan Ketenagakerjaan DKI Jakarta akhirnya memutuskan PT. Tainan Enterprises Indonesia dinyatakan bersalah, terutama masalah union busting,” ucap Yumana, saat diwawancarai, Jakarta Rabu (8/12/2021).

Terkait proses mediasi yang dilakukan Disnaker DKI Jakarta sempat ada kendala. Pasalnya, saat mediator mengirimkan surat pertama pemanggilan mediasi untuk perwakilan serikat buruh, Yumana mengatakan tidak mendapatkan surat itu. Karena langsung dihantarkan ke PT. Tainan Enterprises Indonesia, sehingga pihaknya tidak tahu bakal ada proses mediasi.

“Setelah adanya komunikasi dengan pihak Disnaker DKI Jakarta, akhirnya surat mediasi kedua tersebut bisa sampai. Tapi intinya, proses mediasi yang dilakukan, sebenarnya kami menginginkan agar salah satu pimpinan utama perusahaan bisa hadir, tanpa perwakilan atas nama personalia,” ujarnya.  

Pada 6 Desember 2021, proses mediasi pun kembali dilanjutkan. Dalam pertemuan itu, akhirnya General Manajer (GM) PT. Tainan Enterprises Indonesia hadir. Tak lama berdialog, pihak perusahaan menyampaikan secara resmi menerima kehadiran PK FSB GARTEKS PT. Tainan Enterprises Indonesia di perusahaan.

“Kami juga membuat kesepakatan bersama dan tanda tangan diatas materai dengan PT. Tainan Enterprises Indonesia, sesuai semangat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Kebebasan Berserikat,” ungkapnya.

Setelah itu, kedua belah pihak akan mengikuti keputusan bersama anjuran dari Disnaker DKI Jakarta. Untuk menunggu jawaban, apakah nantinya, 3 pengurus PK FSB GARTEKS PT. Tainan Enterprises Indonesia, yang di PHK sepihak ini bisa dipekerjakan kembali atau tidak.

“Kami tetap berkomitmen menunggu surat anjuran tersebut nantinya kalau sudah diputuskan,” kata Yumana.

Nah, pada 7 Desember 2021 saat proses mediasi kedua yang difasilitasi mediator. Tapi pada intinya,  pihak perusahaan tetap merekomendasikan agar 3 orang yang di PHK sepihak tidak bekerja lagi. Tentu saja, dirinya sebagai Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta, tidak bisa langsung menerima rekomendasi tersebut.

“Kalau pihak perusahaan punya usulan seperti itu, kami juga berhak menuntut 3 orang pengurus kami bekerja kembali di PT. Tainan Enterprises Indonesia. Seandainya kalau nanti diputuskan tidak bisa bekerja lagi, kami menuntut perusahaan membayar ganti biaya 3 bulan proses PHK. Serta membayar upah selama berselisih,” ungkapnya.

Dia meminta kepada mediator Disnaker DKI Jakarta segera membuat putusan dan anjuran. Sebab, kalau nantinya dilanjutkan proses mediasi tapi tuntutannya tetap sama hanya membuang waktu saja. Dia juga menyampaikan terima kasi kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI yang tetap berkomitmen mendampingi kasus yang lagi dihadapi.

“Pak Trisnur Priyanto Sekjen DPP FSB GARTEKS KSBSI juga salah satu tim kuasa hukum kami saat menangani kasus ini,” ucapnya. (AH)