ID ENG

Tantangan Berat Harus dihadapi Dengan Inovatif dan Kreatif

Tanggal Publish: 16/06/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Ida Fauziyah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengatakan kunci menghadapi revolusi industri 4.0 dengan cara beradaptasi dan memiliki inovasi. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini masyarakat harus mampu beradaptasi dan kreatif menjawab tantangan.

"Mari, kita hadapi semua tantangan dengan positive thinking serta terus berinovasi. Dengan demikian, kita tak hanya mampu menangkap peluang, tapi juga menciptakan peluangan. Kita tak hanya ikut bersaing, tapi kita memenangkan persaingan, “ ujar Ida Fauziyah saat menjadi narasumber webinar bertema "Kreatif dan Inovatif Menemukan Sumber Penghasilan Baru di Tengah Pandemi Covid-19" dengan Mahasiswa dan Civitas Akademika Universitas Pamulang, di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Dia juga menegaskan bahwa tantangan berat dunia industri dan ketenagakerjaan hari ini adalah pandemi global covid 19. Sehingga berdampak pada banyak perusahaan yang tutup. Akhirnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahka tak bisa terhindarkan. Bahkan pertumbuhan ekonomi global maupun nasional mengalami diprediksi menurun.

Namun dibalik tantangan berat ini, Ida mengatakan pamdemi yang terjadi memunculkan peluang usaha/jenis pekerjaan baru. Industri dan pekerjaan yang mendukung implementasi New Normal, sektor kesehatan, jasa ekspedisi dan  jenis usaha yang mendukung protokol kesehatan, akan berkembang.

Sebaliknya lanjut Menaker Ida, banyak  industri dan pekerjaan akan ter-disrupsi oleh dampak New Normal. Misalnya sektor pariwisata, transportasi, hiburan, manufaktur serta industri yang “bertentangan” dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

Menteri Ida menambahkan revolusi industri 4.0 juga telah mengubah karakter industri. Jika sebelumnya model industri berjalan secara konvensional dengan bertumpu pada kekuatan modal dan eksplorasi sumberdaya alam, perlahan namun pasti, akan bergeser menjadi industri modern yang berbasis pada inovasi dan kolaborasi.

Menaker Ida menjelaskan penggunaan otomasi teknologi dan Big Data pada saat ini telah berdampak pada apa yang disebut disrupsi ekonomi. Banyak jenis usaha dan jenis pekerjaan yang tidak berkembang, bahkan hilang.

"Industri padat karya mudah digantikan mesin dan beberapa skill akan digantikan oleh kecerdasan buatan. Namun banyak jenis usaha dan pekerjaan baru muncul, terutama industri yang berbasis pada IT dan Big Data,” tutupnya. (AH)