ID ENG

Tanggal 17 April, Pengusaha Tak Boleh Menghalangi Hak Buruh

Tanggal Publish: 11/04/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 tinggal hitungan hari, atau tepatnya tanggal 17 April. Menyikapi pesta demokrasi rakyat yang diselenggarakan hanya lima tahun sekali, M. Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) langsung mengeluarkan surat edaran Nomor 01 Tahun 2019 yang dikeluarkan tanggal 09 April. Surat edaran yang dikeluarkan itu tentang ‘Hari Libur Bagi Pekerja/Buruh Pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019’.

Surat edaran tersebut langsung ditujukan kepada seluruh gubernur, agar mengintruksikan semua pengusaha untuk meliburkan buruh/pekerjanya tanggal 17 April ini. Alasan buruh wajib libur pada saat Pemilu dan Pilpres 2019, juga dipertegas dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 10 Tahun 2019 dalam rangka Pemilu dan Pilpres 2019 pada tanggal 17 April.

Hanif juga menegaskan, pengusaha tidak boleh menghalang-halangi hak buruh yang ingin ke Tempat Pemilihan Suara (TPS), karena alasan harus bekerja. Jika ada pengusaha yang menghalang-halangi buruh waktu hendak ke TPS, Hanif menyarankan agar buruh segera melaporkan ke pihak terkait. Kalau pun pengusaha menghendaki buruhnya harus bekerja, maka harus ada syarat. Kedua belah pihak harus ada kesepakatan dan si pengusaha harus mengatur jam kerja agar tidak berbenturan pada waktu proses pemilihan suara.

Selain itu, apabila ada buruh yang bekerja pada tanggal 17 April, maka dia berhak mendapat upah kerja lembur dan hak lainnya sesuai peraturan undang-undang yang berlaku. “Saya minta kepada gubernur di setiap daerah segera menyampaikan surat edaran ini ke bupati/walikota agar segera terealisasi dengan cepat,” ucapnya.

Sebelumnya, Hanif juga sudah menghimbau agar buruh pada saat pesta demokrasi nanti, memilih pemimpinnya sesuai hati nurani tanpa ada unsur paksaan. Dia menyarankan agar buruh tidak memilih (Golput), karena akan menyia-nyiakan proses demokrasi yang sedang dibangun bangsa Indonesia.

“Dengan memilih sesuai hati nurani, kita pasti akan melahirkan pemimpin sesuai aspirasi kita dan semoga membawa perubahan,” tutupnya. (AH)