ID ENG

Subsidi UMKM Tepat Sasaran, Dibutuhkan Buruh ter-PHK Dimasa Pandemi

Tanggal Publish: 25/05/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Faizal Rakhman Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri -Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia  (DPC FSB GARTEKS KSBSI ) Kabupaten Serang Banten, menyampaikan pada 2021 ini, pemerintah harus berkomitmen menjalankan program ‘Tahun Pemulihan Ekonomi’. Pasalnya pandemi Covid-19 yang masih terjadi, sangat mengancam keberlangsungan status pekerjaan dan pendapatan ekonomi buruh.

Dia menilai, tahun kedua pandemi Covid-19 memang tidak separah seperti pada 2020. Hal ini terlihat, perusahaan diwilayah Kabupaten Serang  memang sudah berkurang. Sudah tidak banyak lagi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta merumahkan buruh, akibat pengusaha mengalami krisis finasial.  

“Kondisi produksi perusahaan serta orderan mulai berjalan dengan baik, walau belum terlihat begitu pulih. Termasuk perekrutan calon pekerja sudah ada yang buka. Intinya kami mendukung agenda pemulihan ekonomi, selama memihak kepentingan buruh,” ucapnya saat diwawancarai, melalui seluler, Senin (25/5/21).

Serikat buruhnya pun saat ini terus melakukan konsolidasi internal. Seperti melakukan pemetaan wilayah ke tiap perusahaan untuk sosialisasi serikat buruh. Intinya, saat mengenalkan FSB GARTEKS KSBSI kepada buruh dan pengusaha, lebih mengedepankan sosial dialog. Serta mengajak perusahaan sebagai mitra hubungan industrial, bukan menjadi musuh,” terangnya.

Faizal juga menyampaikan, tahun ini target menambah Pengurus Komisariat (PK) dan jumlah anggota tetap ada. Tim pengorganisiran pun juga sudah disiapkan untuk mengorganisir dan merekrut buruh. Disisi lain, ia tetap memprioritaskan kepada anggotanya yang sudah kehilangan pekerjaan imbas dari pandemi.

Hal itu dibuktikan, pada perayaan May Day 2021 kemarin, pihaknya melakukan agenda sosial dialog dengan perwakilan pemerintah Serang dan pengusaha untuk mencari solusi pekerjaan bagi buruh yang sudah ter-PHK. “Alhamdulillah, hasil dialog itu, hasilnya ada bantuan dalam bentuk sembako dan subsidi usaha UMKM bagi buruh yang sudah kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada pemerintah pusat, khususnya dari kementerian yang terkait untuk serius menggiatkan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dimasa pandemi. Sebab, masih banyak buruh yang terkena PHK dan dirumahkan belum terdata dan mendapatkan bantuan subsidinya.

“Buruh yang sudah tidak bekerja ini memang membutuhkan bantuan modal usaha dari pemerintah, untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Dan subsidi ini sebaiknya harus tepat sasaran,” pungkasnya.

Terakhir, mengenai jumlah anggota DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Serang yang ter-PHK pada awal sampai akhir 2020 mencapai 1000 orang. Namun tahun 2021 ini keadaan sudah membaik, sekitar 40 persen anggotanya dipanggil perusahaan untuk bekerja kembali.

“Kita berdoa saja pandemi Covid-19 segera berakhir. Dan semoga agenda tahun pemulihan ekonomi tahun ini berjalan baik. Supaya kondisi industri berjakan baik, penerimaan lowongan kerja terbuka lebar dan ledakan kasus PHK tidak parah lagi,” tandasnya. (AH)