ID ENG

Sosok H. Karso, Kader Terbaik FSB GARTEKS Yang Maju Bertarung di Pilkades Desa Julang

Tanggal Publish: 15/04/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

H. Karso bin H. Siman, salah satu kader terbaik kader Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri (FSB GARTEKS) akan maju bertarung di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Julang Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Banten. Saat ini, dia dipercaya sebagai Majelis Penasehat Organisasi Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS Kabupaten Serang.

Saat diwawancarai melalui seluler, dia mengatakan dirinya maju Calon Kepala Desa Periode 2021-2027 di Desa Julang bukan atas kehendak dirinya sendiri. Namun keinginan maju itu karena diminta dari kalangan tokoh agama, masyarakat dan pemuda desa.

“Tepatnya saya memang diberi mandat oleh mereka untuk maju dan melakukan perubahan Desa Julang untuk menjadi lebih baik,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Ada beberapa poin mandat yang diberikannya untuk maju bertarung di Pilkades pada Juli 2021 ini.  Diantaranta, ia akan segera menyediakan fasilitas pembangunan untuk masyarakat. Kemudian  merawat serta merawat pembangunan infrastruktur, baik yang sudah saat ini maupun yang segera dibangun.

“Kemudian meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat,” terangnya.

Sejauh ini, dukungan dari lapisan masyarakat mendukung dirinya kian meluas. Pasalnya, sebelum mencalonkan salah satu kontestan Pilkades, Karso telah banyak memberikan kontribusi dalam memajukan masyarakat desa. Dia sangat sangat rutin membuka forum dialog untuk memberikan pencerahan agar masyarakat dan pemuda desa bangkit membangun perekonomian secara mandiri.

Saat ini, persoalan utama di Desa Julang memang tak jauh dari soal pengangguran. Lalu keterbatasan administrasi birokrasi yang masih terbatas dalam memberikan pelayanan publik. Termasuk dilema masyarakat desa yang menjadi petani masih kurang diperhatikan. Terutama masalah bantuan program bantuan subsidi pupuk masih kurang tepat sasaran dan terkesan bermasalah. 

Karena itu, jika seandainya masyarakat menghendaki Karso menjadi pemimpin desa, maka tugas utama yang dia lakukan adalah membenahi pelayanan birokrasi secara transparan. Sebab, selama ini masih banyak hak-hak masyarakat yang belum dipenuhi akibat minimnya informasi yang mereka terima.

“Saya ingin membuat masyarakat cerdas, dengan memberitahukan hak-hak yang mereka terima dari pemerintah,” tegasnya. 

Karso juga adalah sosok yang berperan mempelopori berdirinya program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Julang pada 2018. Tak heran, hasil kerja kerasnya saat ini sudah banyak memberikan manfaat. Bahkan, usaha masyarakat desa tersebut sampai saat ini sama sekali belum menerima subsidi dari pemerintah, dari tingkat kabupaten, provinsi sampai pusat.

“Artinya BUMDEs yang saya rintis bersama masyarakat desa bisa berjalan secara mandiri, seperti menjalankan usaha UMKM. Dan kedepannya saya akan mendorong usaha kreatif untuk anak-anak muda di sektor peternakan ikan yang didesain destinasi wisata. Nah, hasil keuntungannya nanti akan dibagi untuk masyarakat desa,” jelasnya.

Telah Bekerja

Karso juga menyampaikan bahwa dia ingin memajukan program pendidikan. Sebelumnya dia sudah membuat sarana ibadah pengajian sekaligus wadah pendidikan yang memperkuat akhlak dan karakter. Bahkan dirinya pernah menjalankan program Balai Latihan Kerja (BLK) dengan bekerja sama dengan salah satu perusahaan waktu dipercaya mengurus pemuda karang taruna.

Namun sayangnya program itu tidak terealisasi dengan baik, akibat maraknya calo-calo penyedia jasa tenaga kerja di perusahaan yang membutuhkan pekerja berpengalaman. Sementara lulusan BLK yang dia jalankan masih belum berpengalaman di dunia kerja.

“Saya masih tertarik menghidupkan program BLK di desa Julang. Dan salah satu program utama yang akan dijalankan untuk mengurangi angka pengangguran kalau seandainya saya nanti terpilih,” tuturnya.

Selama ini sangat banyak subsidi uang program pembangunan desa yang telah digelontorkan pemerintah untuk desa. Tapi sayangnya, dana bantuan tersebut justru sering menjadi masalah, bahkan dijadikan bancakan korupsi oleh para oknum kepala desa. Menyikapi hal itu, Karso menjelaskan bahwa banyak kepala desa yang lemah dalam merumuskan pembangunan masyarakat desa. Ditambah lagi persoalan SDM birokrasi yang masih lemah mengelola keuangan program pembangunan.  

Sehingga, ketika mereka tidak mampu, akhirnya dana besar yang diberikan pemerintah akhirnya menjadi ladang korupsi. Dia meyakini, kalau ada pemimpin desa yang memiliki konsep dan menciptakan SDM birokrasi yang transparan dana pemerintah menjadi tepat sasaran.

“Buktinya saat saya menggerakan BUMDes sejak tahun 2018 lalu, tidak pernah menerima subsidi dari pemerintah dan berjalan sukses secara mandiri,” bebernya.  

Intinya, Karso telah banyak melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat desa. Seperti membentuk komunitas ibu-ibu pengajian dan senam sehat setiap hari Minggu. Untuk di komunitas pemuda, rutin membuat fasilitas dan even olah raga sepak bola dan voly.

“Artinya saya sudah berusaha semaksima mungkin untuk membangun desa. Ketika ada tokoh agama dan masyarakat meminta saya maju untuk memimpin Desa Julang, mau tidak mau harus siap,” ungkap Karso.

Untuk kegiatan bulan Ramadhan ini, dia menyampaikan lebih banyak melakukan ibadah agama dan sosial. Melalui perusahaan yang dia kelola selama ini, dia telah mengurusi anak yatim kurang lebih 200 orang. Kemudian memberikan honor kepada guru ngaji dan ustad dan ustadzah sebanyak 60 orang. Serta setiap tahun masih bisa memberikan kewajiban zakat kurang lebih seribu paket. (AH)