ID ENG

Sikapi Isu PHK di PT. DEAN SHOES, FSB GARTEKS KSBSI Wilayah Karawang Gelar Konsolidasi

Tanggal Publish: 08/08/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Aktivis Federasi Serikat Buruh Garment Kerajinan dan Kulit Sentra Industri Afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) wilayah Kabupaten Karawang Jawa Barat pada Sabtu (6/8/2022)  kembali melakukan agenda konsolidasi. Acara tersebut di hadiri Tri Pamungkas Ketua Konsoliasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI.

Tri Pamungkas mengatakan konsolidasi ini sudah rutin dilakukan untuk meningkatkan solidaritas dan militan Pengurus Komisariat (PK) dan anggota FSB GARTEKS KSBSI di Kabupaten Karawang. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas masalah isu pengurangan tenaga kerja di PT. DEAN SHOES Karawang.

“Kabarnya ada 400 sampai 600 orang yang bakal terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan tersebut dan Pengurus Komisariat (PK) dan angota FSB GARTEKS KSBSI PT. DEAN SHOES juga ada yang bekerja di perusahaan ini,” ucap Tri saat diwawancarai, Minggu (7/8/2022).

Tri mengatakan dari gedung 8 di perusahaan, ada 21 orang pengurus dan anggota FSB GARTEKS KSBSI. Dan di gedung A3 dan A5 belum terdeteksi pengurus dan anggota.  Dia menjelaskan PT. DEAN SHOES tidak boleh sembarangan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada buruh. Karena harus melewati tahapan sesuai Undang-Undang (UU) ketenagakerjaan yang berlaku saat ini.

“Seperti mengikuti aturan UU Cipta Kerja tahun 2021 dalam pasal 151 Junto pasal 37 yang mengacu pada PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja. Termasuk patuh pada Keputusan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Nomor 104 Tahun 2022 Tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Kerja Selama Masa Paandemi,” jelasnya.

Selain itu, Tri juga mempertanyakan alasan PT. DEAN SHOES yang berencana melakukan pengurangan tenaga kerja. Pasalnya, perusahaan ini bekerja sama merupakan salah satu yang membuat produk sepatu brand Nike dari Multinatiobal Corporation (MNC). Sejauh ini, Tri mengatakan DPP FSB GARTEKS KSBSI akan mengupayakan ruang dialog dengan manajemen perusahaan agar tidak terjadi pengurangan tenaga kerja.  

“Apalagi FSB GARTEKS KSBSI adalah salah satu serikat buruh yang mempelopori Protokol FOA  (Freedom Of Assosiation) untuk kebebasan berserikat di perusahaan serta Pedoman Perilaku atau Code of Conduct (CoC),” ucapnya.

Selain itu, Tri mengatakan di perusahaan tersebut pada umumnya masih menerapkan status sistem kontrak kerja kepada pekerjanya. Oleh sebab itu, kehadiran serikat buruhnya di PT. DEN SHOES ingin memperjuangkan status buruh PKWT menjadi PKWTT. Intinya, langkah awal yang akan  dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal PK FSB GARTEKS KSBSI PT. DEAN SHOES.

“Setelah itu saya perintahkan kawan-kawan membangun aliansi lintas serikat pekerja/serikat buruh didalam perusahaan untuk menyikapi isu pengurangan tenaga kerja,” pungkasnya.

Untuk di internal FSB GARTEKS KSBSI, dia mengatakan telah membuat surat resmi dengan manajemen perusahaan untuk melakukan agenda Bipartit pada 11 Agustus 2022. Mewakili DPP FSB GARTEKS KSBSI, dia juga menegaskan akan berkomitmen untuk mengawal masalah ini.

“Dukungan seperti dari saudara Ade Priyatna dari pengurus FSB GARTEKS KSBSI PT. Chang Shin juga semakin membuat semangat saya untuk menyikapi isu PHK di PT. DEAN SHOES,” tutupnya. (AH)