ID ENG

Sidang Lanjutan ILC ke-110, Presiden KSBSI Desak Cina Untuk Menghormati Kesetaraan Pekerja tanpa Diskriminasi

Tanggal Publish: 02/06/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada lanjutan agenda sidang International Labour Conference (ILC) ke 110 tahun 2022 yang digelar Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO) di Jenewa Swiss, Elly Rosita Silaban Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) kembali melakukan intervensi dalam forum internasional tersebut.

Dalam sidang ini, Elly menyampaikan aspirasinya mengenai kebebasan berserikat di Negara Cina yang masih banyak mengalami intimidasi hak bersuara dan berpendapat. Karena itu dia meminta agar semua utusan pemimpin serikat buruh yang hadir dalam sidang ILC ke 110, untuk membangun solidaritas internasional dan mendesak pemerintah Cina menghormati demokrasi serta kebebasan berserikat di negara tersebut.      

“Pemerintah Cina harus menghormati semua standar  dan aturan perburuhan internasional dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) yang universal,” kata Elly, Kamis (2/6/2022).

Lanjutnya, Elly juga menyampaikan pemerintah Cina harus menghapus segala bentuk diskriminasi yang berdampak membatasi akses kesetaraan hak pekerja. Serta memberi kesempatan yang sama tanpa ada diskriminasi pekerjaan dalam dunia kerja. “Karena Negara Cina belum sepenuhnya menjalankan semangat Konvensi ILO atau K-111 mengenai Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan.

Sebelumnya Elly juga memberikan intervensi dalam forum ILC ke 110 dengan menyuarakan hak perlindungan pekerja migran dalam jaminan sosial dan regulasinya. Kemudian dalam waktu dekat ini dia akan bersuara untuk menyikapi dan menolak pemberangusan serikat buruh Negara Myanmar yang dilakukan oleh rezim junta milter. Sikap ini disampaikan sebagai bentuk solidaritas KSBSI kepada gerakan buruh di negara tersebut yang sedang memperjuangkan hak demokrasi dan HAM. (AH)