ID ENG

Semakin Fokus Penguatan SDM, FSB GARTEKS Gelar Pendidikan Kader

Tanggal Publish: 27/09/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Bertempat di Hotel Griya Astoeti, Kawasan Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat, Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri (DPP FSB GARTEKS) menggelar pendidikan kader ‘Training Pengupahan, Lobby dan Advocacy Serta Training Media dan Data Base’. Pelatihan ini diberikan kepada pengurus tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC), Pengurus Komisariat (PK) dan anggota. Acara ini berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 22-24 September 2021.                                                                                                               

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum DPP FSB GARTEKS menyampaikan tujuan pelatihan ini untuk membekali pengetahuan pengurus dari tingkat DPC dan PK dalam dunia serikat buruh. Sebab, organisasi tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, maka regenerasi kepemimpinan tidak berjalan baik. Termasuk inovasi dan kreativitas ikut hilang.

“Pelatihan ini adalah tanggung jawab DPP FSB GARTEKS untuk melakukan pembinaan dan mendorong potensi semua pengurus untuk membesarkan organisasi ditengah tantangan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Ary Joko mengatakan DPP FSB GARTEKS semakin fokus memberikan pelatihan. Karena tantangan serikat buruh setiap tahun semakin berat dan harus mampu beradaptasi. Apalagi, dengan lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, bagi serikat buruh dinilai telah mengancam masa depan buruh di dunia kerja, diantaranya masalah upah.

“Saya berharap bagi yang sudah mengikuti pengkaderan dapat mensosialisasikan pengetahuannya kepada pengurus dan anggota lainnya yang belum bisa mengikuti pelatihan ini,” ungkapnya.

Sekadar tahu, pemberi materi pelatihan tersebut juga orang-orang yang berkompten dibidangnya. Adapun materi pelatihan yang disampaikan pada hari pertama adalah ‘Mengetahui Penghitungan Nilai Produksi dan Nilai  Upah’, ‘Perbandingan Sistem Pengupahan di Indonesia dengan Negara Lain’. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi ‘Pengupahan Indonesia Pasca Omnibuslaw Cipta Kerja No.11 Tahun 2020 yang merujuk PP No. 36 Tahun 2021.

Untuk hari kedua, dilanjutkan pembahasan materi pelatihan dengan topik ‘Metode Advokasi Terhadap Kasus-Kasus UU Omnibuslaw Cipta Kerja’, ‘Pentingnya Data Base dalam Mendukung Penyelesaian Kasus-Kasus Strategis’ dan ‘Strategi Partnership, Advokasi dan Lobby dalam Penyelesaian Kasus-Kasus Omnibuslaw Cipta Kerja. Lalu dilanjutkan diskusi “Mekanisme Pelaporan kasus dan advokasi ke Brand Internasional di Perusahaan MNC.

Kemudian materi  ‘Inventarisasi pasal-pasal bermasalah dalam UU Omnibuslaw Cipta Kerja dalam Judical Review KSBSI dan strategi untuk penyelesaian masalah di lapangan’. Dan pada hari ketiga digelar materi ‘Media sebagai alat pengembangan, informasi dan propaganda pergerakan dan terakhir ‘Pelatihan data base sebagai pusat sumber data organisasi dan alat ukur pencapaian’.   

Trisnur Priyanto Sekjen DPP FSB GARTEKS mengatakan serikat buruhnya sedang fokus dalam penguatan SDM sejak beberapa tahun ini. Dia menegaskan serikat buruh itu butuh massa anggota yang banyak. Namun, kalau SDM pengurusnya tidak berkwalitas, maka tidak memiliki posisi tawar dihadapan pemerintah dan perusahaan.

Jadi tugas FSB GARTEKS tidak hanya sebatas menjalankan roda organisasi. Tapi harus memiliki visi dan misi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki keahlian manajemen organisasi dan pengetahuan luas tentang serikat buruh di era industri 4.0.

“Serta bijak menyikapi setiap permasalahan hubungan industrial yang selalu mengedepankan dialog sosial sebelum proses hukum dijalankan,” ucapnya.

Intinya, setiap kader FSB GARTEKS gerakannya harus memiliki karakter buruh yang kritis berintelektual. Kepentingan anggota dan buruh diatas segalanya. Tidak menggunakan kekuatan anggota untuk memenuhi hasrat pribadi. Atau pun mengumpulkan pundi-pundi dengan berkedok ada regulasinya, meskipun regulasi tersebut Non-retroactive.

Adapun pemateri yang menyampaikan pelatihan tersebut diantaranya Martua Raja  (DPP FSB GARTEKS) Wira (AFWA), Tri Pamungkas (DPP FSB GARTEKS) Trisnur Priyanto (DPP GARTEKS) Andriko Otang (TURC) Faizal Rakhman (DPC FSB GARTEKS) Elly Rosita Silaban (Presiden KSBSI), Haris Manalu (LBH KSBSI), Andreas Hutagalung (Departemen Media GARTEKS) Sawira dan Aris Sokhibi (Departemen Data Base GARTEKS). (AH)