ID ENG

Salah Satu Prioritas FSB GARTEKS KSBSI Adalah Menyiapkan SDM

Tanggal Publish: 09/02/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri yang berafiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) menyampaikan serikat buruh itu penting mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Dia menilai, kalau tidak menyiapkan kader berkwalitas, organisasi tidak mampu menjawab tantangan zaman.   

“FSB GARTEKS KSBSI berdiri sejak tahun 1997 dan sudah melewati 3 fase. Dari masa pemerintahan Orde Baru, Reformasi dan saat ini memasuki revolusi industri 4.0,” ucapnya saat diwawancarai, beberapa waktu lalu di Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Dalam perjalanannya, FSB GARTEKS KSBSI telah banyak berperan untuk menciptakan hubungan dunia industrial yang harmonis dengan pemerintah dan pengusaha. Dan rutin menjalankan pendidikan, advokasi kepada pengurus dan anggota di sektor industri padat karya.

Juga telah mempunyai perwakilan 17 Dewan Pengurus Cabang (DPC)  di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Diantaranya fokus mengembangkan basis cabang diwilayah Pulau Jawa dan Sumatera Utara. Lalu sukses membangun jaringan internasional. Seperti Industri All, CNV International, WSM, Better Work Indonesia. Bersama mitra ini, rutin bekerja sama dalam bentuk program seperti pelatihan Gender Bassed Violence (GBV).

Kata Ary, di era industri 4.0 ini, Ary Joko menjelaskan tantangan serikat buruh di industri sektor Tekstil, Garmen, Alas Kaki dan Kulit (TGSL) tetap ada. Baik persoalan hubungan industrial di perusahaan maupun  regulasi pemerintah, terkait soal upah layak. Karena itu, serikat buruh yang dipimpinnya tidak boleh diam melihat fenomena ini. Sebab, perubahan teknologi telah banyak merubah pola berpikir.     

FSB GARTEKS KSBSI tetap mengantisipasi perubahan yang sangat pesat ini. Salah satunya, mendorong pengurus dan anggota supaya beradaptasi dengan teknologi digitalisasi, robotisasi dan otomatisasi. Termasuk menyarankan pengurus, baik dari tingkat pusat, cabang, komisariat perusahaan dan anggota mengambil jenjang strata 1, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan intelektual  

“Kalau serikat buruh tidak bisa mengikuti perkembangan zaman pasti tergilas. Jadi FSB GARTEKS KSBSI harus mampu beradaptasi, jangan terjebak dalam pola pikir yang konvensional,” tegasnya.

Urusan peningkatan SDM, ia menerangkan organisasinya tetap menjalankan pelatihan kepada setiap pengurus, dari tingkat pusat, cabang sampai pengurus komisariat tingkat perusahaan. Tujuan pendidikan ini untuk menyiapkan kader-kader duduk di struktur organisasi. Termasuk membenahi administrasi organisasi melalui data base anggota melalui sistem online.

“Kami juga rutin menyampaikan segala bentuk kegiatan dan agenda, visi dan misi organisasi melalui website organisasi di media sosial (Medsos),” pungkasnya.

Dia menyadari, tantangan serikat pekerja/buruh setiap tahunnya semakin berat dalam menyikapi kebijakan politik terkait perburuhan. Dan tak mungkin bisa tak bisa dihadapi sendiri. Jadi memang diperlukan konsolidasi lintas serikat pekerja/buruh di industri sektor Tekstil, Garmen, Alas Kaki dan Kulit (TGSL), supaya posisi nilai tawar tetap terjaga.

Selain itu, FSB GARTEKS KSBSI  telah membangun komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) dalam agenda sosial dialog.

“Bersama asosiasi pengusaha ini, kami rutin melakukan program sosial dialog untuk mendorong keberlangsungan usaha serta menciptakan upah layak bagi buruh,” tutupnya. (AH)