ID ENG

Ribuan Buruh di Kabupaten Serang Demo, GARTEKS KSBSI: Tolak Omnibus Law Ketenagakerjaan!

Tanggal Publish: 28/01/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Sekitar 2 Ribu buruh yang mengatasnamakan dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) dari KSBSI, PKEP, SPN, FSPMI, Forum Buruh Cikoja, KSPSI1973, KSBSI, FK3 Insah Kiat di Kabupaten Serang, Banten, kembali turun ke jalan. Aksi demo dimulai sejak pagi sampai siang dengan melakukan long march ke Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Serang. Diantara tuntutan tersebut, massa aksi demo menolak agenda omnibus law bidang ketenagakerjaan.

Bagi buruh, Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja yang sudah masuk agenda Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di Gedung Senayan awal tahun ini dianggap tidak berpihak pada buruh. Sebab proses RUU tersebut tertutup dan tidak melibatkan perwakilan serikat buruh dan pekerja. Selain itu, buruh yang berdemo juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang naik awal Januari 2020.

Faizal Rakhman, Ketua DPC FSB GARTEKS Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Serang, ketika diwawancarai lewat seluler mengatakan aksi demo yang dilakukan hari ini aksi lanjutan dari sebelumnya. Aksi pertama dilakukan didepan Istana Presiden, Jakarta Pusat, bersama federasi yang berafiliasi dengan KSBSI.

“Aksi demo hari ini merupakan lanjutan GARTEKS bersama lintas serikat buruh dan pekerja di Kabupaten Serang,” jelasnya (28/01).

Dia menceritakan ketika massa buruh melakukan aksi demo di depan kantor wakil rakyat langsung diterima langsung oleh Bahrul Ulum Ketua DPRD Kabupaten Serang. Dalam pertemuan itu, Faizal menyampaikan buruh mendesak wakil rakyat agar ikut mendesak pemerintah membuka kluster ketenagakerjaan terkait RUU Cipta Lapangan Kerja.

“Ketua DPRD Kabupaten Serang tadi sangat mendukung perjuangan kami dan segera menyurati tuntutan buruh ke pusat,” terangnya.

Intinya, Faizal mengatakan dia bersama (ASPSB) di Kabupaten Serang akan terus melakukan aksi perlawanan terkait tuntutan yang diserukan. Sebab buruh mencurigai RUU Cipta Lapangan Kerja merupakan agenda terselubung. Hanya untuk kepentingan investor, sementara masa depan buruh akan diabaikan. (AH)