ID ENG

Ribuan Buruh Bakal Demo Kenaikan UMK 2022, Ketua DPC FSB GARTEKS Kabupaten Bogor: Kami Sudah Siap Aksi

Tanggal Publish: 22/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Wadiyo Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri  afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS KSBSI) Kabupaten Bogor Jawa Barat mengatakan gabungan aktivis serikat buruh/pekerja diwilayahnya berencana melakukan demo pada 27-28 Oktober nanti. Serta melibatkan ribuan buruh turun ke jalan.

“Tuntutan utama aksi demo buruh adalah mendesak Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 harus naik,” ucapnya saat diwawancarai melalui seluler, Jumat (22/10/2021).

Wadiyo juga menyampaikan bahwa kabar yang beredar UMK tahun 2022 di Kabupaten Bogor tidak naik. Sehinga meresahkan kaum buruh. Pasalnya, mekanisme upah sekarag ini sudah mengacu pada Undang-Undang Nomor.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Apalagi, upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) juga sudah dihapuskan.

“Yang diminta buruh itu sederhana, untuk menggantikan UMSK sebaiknya diadakan upah diatas upah minimum.  Termasuk untuk ketentuannya berapa nominalnya yang penting ada kelebihan dari UMK,” ungkapnya.

Sidang pembahasan UMK yang dilakukan Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor pun belum terlaksana. Sehingga sampai hari ini belum ada kesimpulan berapa UMK yang layak diberikan kepada buruh pada 2022 nanti. Dan sampai hari ini jugam Bupati Bogor belum merespon sikap aliansi serikat buruh/pekerja yang bakal melakukan aksi demo bulan depan.

“Sebenarnya rencana aksi demo besar-besaran ini sebagai peringatan kepada Bupati Bogor untuk segera menyikapinya. Kalau tanggal 26 Oktober juga belum ada respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Bogor, maka ribuan buruh akan turun ke jalan,” kata Wadiyo.

Lanjutnya, dia menjelaskan bahwa sudah ada 25 perwakilan serikat buruh/serikat pekerja dari lintas sektor yang siap bergabung dalam aksi demo nanti. Untuk di internal FSB GARTEKS Kabupaten Bogor, Wadiyo mengatakan sudah melakukan sosialisasi dan konsolidasi ke tingkat Pengurus Komisariat (PK) perusahaan dan anggotanya.

“Respon semua pengurus dan anggota semangat ikut aksi demo untuk menuntut kenaikan UMK 2022. Saya pikir wajar buruh meminta upah layak dimasa yang sedang sulit ini,” ungkapnya.

Selain itu, dikabarkan ada 10 ribu massa buruh/pekerja yang bakal turun aksi demo pada 27 dan 28 Oktober nanti dan kemungkinan bisa bertambah lagi. Dia menyampaikan, 25 perwakilan serikat buruh/serikat pekerja yang mau melakukan aksi demo ini sebenarnya sudah mengirimkan surat ke beberapa instansi. Seperti ke DPRD dan Bupati Bogor.

“Isi surat itu aktivis buruh diantaranya mengajak pihak Pemkab Bogor untuk bisa berdialog dan menyarankan agar UMK tahun 2022 naik. Apabila permintaan dialog tidak didengarkan samoai tanggal 26 Oktober, maka ribuan buruh akan bergerak demo yang kemungkinan besar ke Kantor Bupati Bogor,” tandasnya. (AH)