ID ENG

Resmi Bergabung, Ini Tantangan PK FSB GARTEKS KSBSI CV Mahkota Abadi Kabupaten Bogor

Tanggal Publish: 02/08/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Wadiyo Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor mengatakan bahwa serikat buruhnya sekarang ini telah mendapatkan anggota baru. Kemudian mendirikan Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS KSBSI CV Mahkota Abadi. Awalnya, buruh yang bergabung jumlahnya 11 orang, tak lama kemudian setelah melakukan pengorganisiran akhirnya bertambah menjadi 34 orang.

“PK FSB GARTEKS KSBSI CV Mahkota Abadi juga sudah didaftarkan ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor dan Surat Keputusan (SK) pencatatannya sudah turun,” ucap Wadiyo, saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (2/8/2022).

Kemudian, kata Wadiyo  pemberitahuan secara resmi ke manajemen perusahaan bahwa PK FSB GARTEKS KSBSI CV Mahkota Abadi sudah dilakukan. Nah, saat pemberitahuan resmi tersebut, dia mengatakan pihak perusahaan masih antara menerima dan tidak menerima.

“Tapi saya sudah memberikan motivasi kepada semua pengurus dan anggota PK FSB GARTEKS KSBSI CV. Mahkota Abadi agar tetap semangat, walau pihak perusahaan belum menerima kehadiran FSB GARTEKS KSBSI ditingkat perusahaan,” terangnya.

Dalam rapat konsolidasi antara pengurus cabang dan PK FSB GARTEKS KSBSI CV. Mahkota Abadi beberapa waktu lalu, ia menjelaskan ada beberapa persoalan hak normativ yang disampaikan selama bekerja. Diantaranya status kerja kontrak buruh yang tidak mengikuti peraturan undang-undang ketenagakerjaan.  

“Ada yang sudah bekerja selama 7 dan 9 tahun, namun sampai hari ini tidak ada pengangkatan menjadi pekerja tetap dari perusahaan. Karena manajemen perusahaan bersikukuh menganggap mereka adalah tetap karyawan status kontrak,” ungkapnya.

Tentu saja bagi FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor menolak status karyawan kontrak. Pasalnya, buruh yang bekerja adalah dilindungi undang-undang ketenagakerjaan. Jika mengacu ada UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, dia menegaskan mereka sudah berhak diangkat menjadi pekerja tetap.

“Nah, jika mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Cipta Kerja, buruh yang sudah bekerja di perusahaan diatas 5 tahun juga berhak diangkat menjadi pekerja tetap,”terangnya.

Karena itu, Wadiyo mengatakan DPC FSB GARTEKS KSBSI akan konsisten melakukan pendampingan kepada PK FSB GARTEKS KSBSI CV. Mahkota Abadi. Seperti mengarahkan agar pengurus dan anggota untuk memetakan persoalan yang terjadi.

“Lalu saya menyarankan pengurus PK FSB GARTEKS KSBSI CV. Mahkota Abadi untuk melakukan perundingan dalam bentuk dialog sosial kepada manajemen perusahaan,” ucapnya.

Sejauh ini, pengurus PK FSB GARTEKS KSBSI CV. Mahkota Abadi belum membutuhkan pendampingan khusus dari DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor. Karena, manajemen perusahaan sebenarnya juga mau berunding. Namun dengan syarat tidak ada pihak ketiga yang ikut campur.  

Saat agenda konsolidasi dengan PK FSB GARTEKS KSBSI CV. Mahkota Abadi di sekretariat DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Bogor juga dihadiri H. Teguh Widodo anggota Komisi IV DPRD dari Fraksi PKS Kabupaten Bogor. Dia memberikan saran dan masukan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Dan tidak mengingingkan perusahaan harus patuh pada aturan UU Ketenagakerjaan yang berlaku sekarang ini. (AH)