ID ENG

Resesi Ekonomi, Badai PHK?

Tanggal Publish: 10/08/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Beberapa negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Philiina, Singapura bahkan negara-nega anggota G20 diprediksi bakal terkena resesi ekonomio akibat pandemi Covid-19. Jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia  kuartal II 2020, juga terlihat minus 5,32 persen. Beberapa pengamat ekonomi juga memprediksi, Indonesia bakal terkena resesi ekonomi awal tahun depan.

Tentu saja, jika negara ini mengalami resesi ekonomi dampaknya semakin parah, termasuk pada nasib buruh/pekerja. Pasalnya, pada saat Indonesia dinyatakan pandemi Covid-19, jumlah buruh yang mengalami terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mengalami peningkatan yang tajam.

Saat rapat dengan anggota DPR Komisi XI di Gedung Senayan,  Suharso Monoarfa Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso mengatakan  jumlah pengangguran terbuka diproyeksi  mengalami peningkatan sampai 4 juta hingga 5,5 juta di tahun 2020.

“Atau tepatnya, tingkat pengangguran terbuka itu antara 7,7 persen sampai 9,1 persen di 2021. Dan kalau itu terus terjadi dikhawatirkan sampai 2021 pengangguran sampai 10,7 juta hingga 12,7 juta," ujar Suharso.  

Walau negara ini diambang resesi eknomi, namun Aviliani pengamat ekonomi INDEF mengatakan resesi bukan berarti membuat perekonomian Indonesia menjadi amburuk secara secara keseluruhan. Walau fakta yang terjadi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal tahun ini mengalami minus.

“Alasan pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal mengalami minus, karena perusahaan sedang banyak yang melakukan penghematan. Jadi, mau tidak mau harus melakukan PHK,” ungkapnya, dalam Webinar Duta Bangsa, Jakarta , Sabtu kemari 8 Agustus 2020.

Menurutnya, perusahaan melakukan penghematan anggaran ditengah pandemic Covid-19 merupakan pilihan realistis. Sebab tidak ada yang bisa menjamin pandemi ini akan segera berakhir. Aviliani menyarankan aga masyarakat bisa berhemat dan mengatur keuangan jika terjadi resesi ekonomi. Karena jika terjadi resesi ekonomi pasti ada dampak terhadap PHK dalam dunia kerja.

“Prediksi saya ekonomi Indonesia akan memulig pada kuartal IV tahun ini. Sebab akan banyak kebijakan stimulus yang digelontorkan pemerintah,” jelasnya.

Sementara Arif Budimanta Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang ekonomi mengatakan Indonesia masih bisa menghindari resesi ekonomi sampai tahun depan. Dia beralasan jika sebuah negara mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal secara berurutan. Pertumbuhan harus dihitung dengan perbandingan tahun lalu, bukan secara kuartalan.

“Jadi masih ada peluang Indonesia  menghindari resesi jika pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal III mencapai nilai positif,” katanya kepada awak media, Jakarta,  Senin (10/8/2020).

Sebab pada kuartal pertama tahun ini Indonesia masih tumbuh positif, yakni 2,97 persen yoy. Lalu pada kuartal III Indonesia mempunyai peluang kembali ke level positif perekonomian dengan menjalankan kebias

adaptasi kebiasaan baru. Termasuk pertumbuhan kredit perbankan mulai ada perbaikan pada bulan Juli. “Kalau momentum perbaikan ini bisa ditingkatkan, kuartal III ini ekonomi pasti bisa segera pulih,” tutupnya. (AH)