ID ENG

Raih Prestasi, 2 Kader FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Jepara duduk di Struktur Depekab dan LKS Tripartit

Tanggal Publish: 02/11/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Tahun ini Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS KSBSI) Kabupaten Jepara Jawa Tengah, berhasil meraih prestasi. Pasalnya, 2 kader terbaiknya telah dipercaya duduk di Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) dan LKS Tripartit Tingkat Kabupaten/Kota.

Toto Susilo Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Jepara membenarkan bahwa serikat buruhnya telah berhasil menempatkan 2 kadernya duduk di Depekab dan LKS Tripartit Kabupaten/Kota. Ia menceritakan, sebelum FSB GARTEKS KSBSI hadir di Jepara, biasanya yang duduk di lembaga tersebut dari serikat buruh/pekerja lain.

“Namun karena kami bekerja keras membangun FSB GARTEKS KSBSI di Jepara dari tahun 2019 sampai tahun ini, akhirnya membuahkan hasil. Jumlah perwakilan Pengurus Komisariat (PK) di perusahaan dan anggota semakin bertambah. Sehingga mendapat posisi tawar tinggi di pemerintahan kabupaten (Pemkab) Jepara,” ucapnya, saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (2/11/2021).

Ada pun 2 nama yang terpilih tersebut, pertama Abu Yazid Albustomi (Depekab), dimana selama ini dipercaya sebagai Bendahara Cabang DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Jepara dan Ketua PK PT. Hwaseung Indonesia (HWI). Dan untuk LKS Tripartit Kabupaten Jepara diwakili Saifudin dari PK PT. PWI Jepara.

“Masa bakti kepengurusan mereka 3 tahun, dari tahun 2021 sampai 2024 dan Surat Keputusan (SK) nya juga sudah turun,” kata Toto Susilo yang baru saja meraih gelar Sarjana Hukum disalah satu kampus swasta Jakarta Timur.

Mengingat awal perdana kader-kadernya duduk di lembaga struktur hubungan industrial yang strategis, Toto berharap kedua kader tersebut harus bisa bekerja keras membuat terobosan baru. Karena serikat buruhnya tahun ini akan fokus pada isu kenaikan upah buruh di Kabupaten Jepara.

“DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Jepara bersama Aliansi Buruh Jawa Tengah akan mendorong, agar Pemkab Jepara pada 2022 nanti bisa menaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebesar 16 persen,” tandasnya. (AH)