ID ENG

Presiden KSBSI Suarakan Hak Perlindungan Sosial Pekerja Migran di Sidang ILC ke 110

Tanggal Publish: 01/06/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

International Labour Organization (ILO) telah melaksankan International Labour Conference (ILC) 110 di Jenewa Swiss yang diadakan sejak tanggal 27 Mei 2022. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) salah satu perwakilan serikat buruh Negara Indonesia pun ikut dalam pertemuan internasional ini untuk memberikan saran dan masukan tentang dunia perburuhan.

Elly Rosita Silaban Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) pun diminta  tampil berbicara kepada The Committee on the Application of Standards (CAS) di Jenewa. Dalam pidatonya, dia menyampaikan hal kebutuhan mendesak tentang pentingnya perlindungan pekerja rumah tangga migran.

“Diantaranya bagaimana memberikan jaminan perlindungan sosial dan regulasi yang menyetarakan status mereka dengan tenaga kerja nasional. Sebab perlindungan ekstra terhadap perdagangan manusia dan pekerja anak sangat diperlukan," kata Elly saat berbicara dengan CAS pada ILC di Jenewa yang digelar via Zoom, Selasa kemarin (31/5/2022).

CAS atau Komite Penerapan Standar (di ILO) telah mempertimbangkan Laporan Komite Ahli tentang Penerapan Konvensi dan Rekomendasi yang mencakup khususnya, pengamatan terhadap penerapan Konvensi yang diratifikasi, dan Survei Umum laporan berdasarkan pasal 19 dan 22 Konstitusi.

"Survei Umum yang disampaikan pada sesi ini berjudul Perlindungan sosial universal untuk martabat manusia, keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan dan membahas Rekomendasi Landasan Perlindungan Sosial, tahun 2012 (No. 202)." sebut ILO dalam situs resmi yang dikutip, Selasa (31/5/2022).

Selain it, ada beberapa isu perburuhan yang bakal disuarakan KSBSI dalam konferensi ILO ke 110 ini melalui hak intervensi. KSBSI diberikan hak intervensi untuk menyampaikan pernyataan sikap. Diantaranya KSBSI akan menyuarakan menolak keras diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan di China. Menurut Elly, Tiongkok belum sepenuhnya menjalankan semangat Konvensi ILO atau K-111.

“Kami juga akan menyikapi secara kritis pemberangusan serikat buruh Myanmar yang dilakukan oleh rezim junta milter. Sikap ini adalah sebagai bentuk solidaritas KSBSI kepada gerakan buruh dunia yang saat ini tengah memperjuangkan kebebasan demokrasi,” tutupnya. (AH)