ID ENG

Presiden KSBSI Berikan Motivasi Untuk Srikandi FSB GARTEKS Dalam Agenda Women Conference and Leadership Training

Tanggal Publish: 23/11/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri (FSB GARTEKS) sukses menggelar Women Conference and Leadership Training, di Hotel Remaja PGI, dari tanggal 22-24 November 2021. Dengan mengangkat ‘Membangun SDM dan Kepemimpinan Perempuan GARTEKS yang Unggul’. Peserta agenda ini dominasi oleh srikandi FSB GARTEKS dari tiap utusan pengurus cabang.

Elly Rosita Silaban Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia  (KSBSI) sangat mengapresiasi dengan FSB GARTEKS yang sukses menyelenggarakan agenda ini. Dalam pemaparan diskusinya, dia menyampaikan pesan kritisnya. Bahwa srikandi FSB GAETEKS harus berani tampil menjadi pemimpin serikat buruh, jangan hanya menjadi penonton.

“Saya berhasil menjadi pemimpin KSBSI karena berproses dan dibesarkan dari FSB GARTEKS. Jadi kedepannya kalian harus lebih hebat dari saya. Berani mengambil peran menjadi pengurus, dari tingkat Pengurus Komisariat (PK), tingkat cabang sampai Pengurus Pusat,” ucapnya, Senin (23/11/2021).

Dirinya juga mengapresiasi dengan gerakan FSB GARTEKS yang beberapa tahun ini fokus mendorong kepemimpinan buruh perempuan Seperti melakukan pelatihan maupun melakukan kampanye menolak pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja. Termasuk  memperjuangkan hak kesetaraan gender di dunia kerja.

“Tapi saya berharap dari berbagai macam pelatihan dan edukasi yang sudah diberikan, khususnya kepada srikandi FSB GARTEKS, kalian bisa mengaktualisasikannya. Sangat disayangkan, jika ilmu yang telah diberikan selama ini kalau ujung-ujungnya tidak digunakan membesarkan organisasi,” tegasnya.

Elly Rosita menegaskan seorang perempuan itu bukan manusia lemah dan berhak menjadi seorang pemimpin di negara ini. Baik memimpin serikat buruh,  dunia kerja, maupun organisasi sosial lainnya. Oleh sebab itulah, dia menekankan di era industri 4.0 ini, setiap srikandi FSB GARTEKS harus membangun rasa percaya diri serta membuang rasa pesimis.  

“Kalian harus disiplin, banyak belajar kepada orang-orang berintelektual yang bisa mendukung kita bisa maju menjadi seorang pemimpin,” jelasnya.

Terakhir, dia menyampaikan menjadi aktivis buruh perempuan itu adalah panggilan nurani dan bebannya lebih berat dibandingkan laki-laki. Sebab, jika mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak, maka harus bisa mengatur waktu antara keluarga dan urusan serikat buruh.

“Pesan saya, ketika sudah dipercaya menjadi pemimpin serikat buruh, kalian harus bisa menciptakan komunikasi yang baik dengan keluarga. Jangan sungkan menceritakan segala aktivitas kegiatan serikat buruh, agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ucapnya. (AH)