ID ENG

Presiden KSBSI Berharap Srikandi GARTEKS Jepara Menjadi ‘Kartini Modern’ Memperjuangkan Hak Kesetaraan Gender

Tanggal Publish: 17/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada Sabtu (16/10/2021) bertempat di Ocean View, Dewan Pengurus Cabang  Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri (DPC FSB GARTEKS) Kabupaten Jepara Jawa Tengah mengadakan agenda dialog. Diskusi ini mengangkat tema Working dan Sosial Dialog dan dihadiri Elly Rosita Silaban Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Trisnur Priyanto Sekjen DPP FSB GARTEKS, Rekson Silaban MPO KSBSI, Sulistri (Sekjen FSB KAMIPARHO), Maria Emeninta (IIWE), Nuruddin Amin Wakil Ketua DPRD Jepara dari Fraksi PKB serta Mulyadi perwakilan BPJS Ketanagakerjaan.  

Saat diwawancarai melalui seluler, Toto Susilo Ketua DPC FSB GARTEKS Jepara mengatakan ada poin-poin penting yang disampaikan nara sumber dalam dialog itu. Diantaranya, seperti mengangkat diskusi tentang Gender Bassed Violence (GBV) di lingkungan perusahaan serta perjuangan aktivis buruh perempuan dalam hak kesetaraan gender di dunia kerja.                                                 

Kata Toto Susilo, pada kesempatan diskusi itu Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI meminta agar kader perempuan di DPC FSB GARTEKS Jepara kedepannya lebih aktif. Dan ikut mengambil peran serta aktif menjadi pemimpin serikat buruh. Sebab, Jepara merupakan sejarah lahirnya sosok pahlawan nasional ‘Kartini’. Perempuan yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi perempuan semasa hidupnya.

“Tepatnya, Presiden KSBSI berharap srikandi-srikandi FSB GARTEKS Jepara kedepannya menjadi sosok Kartini modern yang konsisten memperjuangkan hak kesetaraan gender di dunia kerja,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan dalam agenda sosial dialog yang diperjuangkan DPC FSB GARTEKS Jepara menunjukan keberhasilan. Karena, tolok ukurnya saat ini telah membangun hubungan baik dengan pimpinan perusahaan di PT. Hwa Seung Indonesia dan  PT. Parkland World Indonesia.

“Salah satu contohnya, ketika kemarin saya melakukan agenda silaturahim ke PT. Hwa Seung Indonesia, langsung disambut baik oleh presiden direkturnya. Dalam dialog itu, pihak perusahaan menyambut baik, bahwa kalau terjadi permasalahan ketenagakerjaan, ada baiknya mengedepankan proses sosial dialog,” ujarnya.

Toto Susilo menegaskan sosial dialog itu penting sekali memperkuat posisi tawar serikat buruh. Namun tujuannya memperjuangkan hak buruh ini melalui dialog dengan perusahaan. Agar sepakat mencari solusinya dari kedua belah pihak dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Dalam waktu dekat ini, DPC FSB GARTEKS Jepara kembali mendorong agenda GBV kepada setiap Pengurus Komisariat (PK) supaya bisa masuk kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Sebab, selama 2 tahun ini pihaknya rutin dialog dan kampanye dengan pihak perusahaan mengenai pentingnya buruh bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja.

“Salah satunya, tahun ini kami akan memperjuangkan agenda GBV masuk dalam kesepakatan PKB di PT. Hwa Seung Indonesia mendirikan perwakilan Komisi Kesetaraan Federasi tingkat cabang,” jelasnya.

Selain  itu juga digelar sosialisasi program sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang membahas program perisai untuk pekerja/buruh informal. Sebab, kabupaten Jepara juga dikenal sebagai kota pengrajin ukiran dalam usaha UMKM. Tapi masih banyak buruh informalnya belum masuk dalam program perlindungan jaminan sosial. Oleh sebab itu, DPC FSB GARTEKS Jepara melakukan kerja sama dengan BPJS Ketanagakerjaan Jepara untuk mengajak para pekerja informal pengrajin ukir di sektor UMKM agar masuk program perisai BPJS Ketenagakerjaan. (AH)