ID ENG

Potong Upah 15 persen, PT. Victory Chingluh Indonesia Diadukan ke Disnaker Kabupaten Tangerang

Tanggal Publish: 15/06/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Tepatnya, pada Agustus dan September Tahun 2020, PT. Victory Chingluh Indonesia yang beralamat di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang Banten, melakukan pemotongan upah terhadap buruh/pekerja yang ada di perusahaan. Termasuk kepada anggota Pengurus Komisariat Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Victory Chingluh Indonesia).

Tri Pamungkas Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya mengatakan saat pihak PT. Victory Chingluh Indonesia melakukan pemotongan, justru tidak merundingkan dengan organisasi serikat buruhnya ditingkat perusahaan.

“Apalagi membuat kesepakatan dengan anggota, bahkan pengurus komisariat pun tidak ada,” ucap Tri dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6/2022).

Lanjutnya, dia mengatakan anggotanya juga tidak pernah memberikan kuasa atau kewenangan delegatif apapun yang ditujukan kepada siapapun guna menyepakati pemotongan upah di bulan Agustus dan September 2020. Artinya, Tri menegaskan bahwa kebijakan perusahaan memotong upah secara sepihak sangat merugikan anggotanya di perusahaan.

Serta menciderai BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 butir 30 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang selengkapnya disebutkan; “Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan dari pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan”.

Setelah mendapatkan pengaduan dari PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Victory Chingluh Indonesia, pihaknya pun menindaklanjuti masalah ini dengan mengirimkan surat keperusahaan guna merundingkan bipartit atas perselisihan hak anggotanya di perusahaan atas  Nomor 0.150/dpc/fsbgarteks/KSBSI/Tng/IV/2022 tertanggal surat  25 April 2022,  Surat ke II (dua) Nomor 0.154/dpc/fsbgarteks/KSBSI/Tng/V/2022 tanggal 23 Mei 2022.

“Dan kami sangat menyayangkan perusahaan tidak memberikan ruang perundingan guna menyelesaikan secara musyawarah,” terangnya.

Demi kepastian hak upah anggotanya yang dipotong sepihak oleh perusahaan, serikat buruhnya kembali mengirimkan surat dengan nomor 0.155/dpc/fsbgarteks/KSBSI/Tng/VI/2022 tertanggal surat 8 Juni 2022. Tentang Mohon Pencatatan Perselisihan Hak dan Mohon Mediasi ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang dan telah mendapatkan tanda terima dari dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Nomor 78/Disnaker/2022 pada 10 Juni 2022.

Keputusan ini adalah langkah alternatif pada saat upaya dialog sosial yang coba dibangun justru mendapat kebuntuan diluar aksi. Tentu saja  dia akan mempersiapkan langkah prosedur sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Dan untuk menjaga produktifitas di perusahaan namun tetap ada kepastian hukum bagi anggotanya atas pengurangan hak upah yang dipotong secara sepihak oleh perusahaan. Dimana sebelum mengajukan gugatan Perselisihan Hak ke Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Serang.

“Mudah-mudahan selama proses mediasi nantinya ada solusi yang baik antara anggota kami dengan pihak perusahaan PT. Victory Chingluh Indonesia. Dan berharap perselisihan ini tidak sampai ke tingkat Pengadilan Hubungan Industrial,” tutupnya. (AH)