ID ENG

PK PWI FSB GARTEKS KSBSI Jepara Hadir Untuk Korban Banjir Warga Desa Dorang

Tanggal Publish: 04/02/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Beberapa waktu lalu, banjir besar terjadi diwilayah Desa Dorang, Kabupaten Jepara. Akibatnya, ratusan warga yang menjadi korban harus mengungsi. Sebagian memilih bertahan dilokasi dengan alasan menjaga barang-barang berharga dirumahnya. Penyebab banjir ini disebabkan akibat luapan Sungai Serang Welahan Drainase (SWD).

Terakhir, kondisi banjir juga belum surut dan sempat meluas ke desa lainnya. Sehingga aktivis buruh dari Pengurus Komisariat (PK) Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia PWI FSB GARTEKS-KSBSI) PWI Jepara ikut terpanggil melakukan aksi bantuan sosial.    

Ababil Muhammad Ikbal Wakil Ketua Pengurus Komisariat  PT Parkland World Indonesia atau PK PWI FSB GARTEKS KSBSI Jepara, mengatakan bantuan sosial ini dilakukan atas semangat solidaritas buruh untuk kemanusiaan.  Dijelaskannya, ketika banjir terjadi terjadi beberapa hari lalu, semua pengurus komisariat PWI Jepara langsung bergerak ke lokasi banjir.

“Hari Selasa kemarin tim survei ke lokasi di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari untuk memetakan bantuan yang hendak diberikan. Nah, besoknya kami kembali lagi ke lokasi lalu memberikan bantuan sembako,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis (4/2/21)

Kata Ababil, sebenarnya masih banyak warga Desa Dorang yang terkena korban banjir belum sepenuhnya mendapat bantuan dari pihak terkait. Karena bantuan yang diberikan masih terfokus di daerah RT 01, RW 02 dan 03.

"Hasil pantauan dilapangan, wilayah desa arah selatan masih banyak warga yang jarang mendapat bantuan. Kami berharap masyarakat yang ingin memberikan bantuan sembako, kalau bisa diberikan ke daerah tersebut. Sebab banjirnya terbilang paling parah,” ungkapnya.

Sekadar tahu, dana yang dikumpul untuk bantuan sosial banjir itu seluruhnya dari bantuan pengurus dan anggota PK PWI FSB GARTEKS KSBSI Jepara. Sebagian lagi dari dana kas organisasi. Setelah terkumpul, akhirnya diputuskan membeli bahan pokok sembako.

“Alhamdullilah, saat kami datang warga sangat mengapresiasi dengan bantuan yang kami berikan. Mereka memang sedang membutuhkan. Memang bantuan yang diberikan tak seberapa, tapi semoga bisa bermanfaat, ” ujarnya.  

Disampaikannya, ia bersama pengurus dan anggota lainnya akan tetap berkomitmen melakukan aksi bantuan sosial. Serta ingin membangun pola pikir baru kepada masyarakat, bahwa serikat buruh tidak hanya dikenal hanya aks demo saja.

“Sebagai aktivis serikat buruh kami ingin menunjukan dan punya panggilan sosial kepada masyarakat. Bahwa kader FSB GARTEKS KSBSI juga mampu dan peduli melakukan aksi solidaritas kemanusiaan. Jadi kalau hanya dikenal sering demo, sebenarnya itu tidak sepenuhnya benar,” tutupnya. (AH)