ID ENG

Pernyataan Sikap DPP FSB GARTEKS KSBSI Pada Perayaan May Day 2022

Tanggal Publish: 28/04/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Ditengah situasi Indonesia masih menghadapi pandemi COVID-19, Dewan Pengurus Pusat  Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPP FSB GARTEKS KSBSI) tetap menyampaikan rasa syukur. Karena tahun ini, atau tepatnya setiap 1 Mei masih bisa memperingati Hari Buruh Internasional atau dikenal May Day.

Pada perayaan May Day 2022 tahun ini FSB GARTEKS menyampaikan sikap kritis kepada pemerintah terkait regulasi dan kesejahteraan buruh di Indonesia. Namun disatu sisi tetap mendukung program pemulihan ekonomi. Dimana salah satu tujuannya untuk mempercepat membuka lapangan kerja bagi buruh yang sudah 2 tahun ini terdampak pandemi.    

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan DPP FSB GARTEKS KSBSI dalam memperingati May Day 2022. Diantaranya, DPP FSB GARTEKS KSBSI mendorong pemerintah agar mewajibkan setiap pengusaha/perusahaan memberikan jaminan sosial yang lebih baik kepada buruh di perusahaan. Terutama jaminan program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Mendesak pemerintah untuk menjamin buruh dalam kebebasan berserikat (union busting). Sebab dimasa pandemi COVID-19, justru pelanggaran union busting dan PHK sepihak pengurus serikat buruh di perusahaan justru marak terjadi. Oleh sebab itu, DPP FSB GARTEKS meminta pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tidak boleh lepas tangan terkaita masalah yang terjadi.

DPP FSB GARTEKS KSBSI mendesak pemerintah untuk menciptakan undang-undang, pekerjaan dan upah layak. Sebab, sampai hari ini masih banyak regulasi yang diterbitkan pemerintah tidak memihak pada kepentingan buruh. Temrasuk masih banyak pengusaha nakal tidak tunduk pada peraturan ketenagakerjaan untuk nasib buruh sejahtera. Justru sebaliknya mereka mengeksploitasi tenaga dan pikiran buruh untuk meraup keuntungan besar.

Mendorong pemerintah meratifikasi Konvensi ILO 190 Tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja dan hak kesetaraan gender. DPP FSB GARTEKS KSBSI sangat fokus memberikan pendidikan kepada pengurus dan anggota tentang pemahaman bahaya Gender Bassed Violence (GBV). Bahkan beberapa perusahaan seperti di Kabupaten Bogor Jawa Barat, DKI Jakarta dan Kabupaten Serang Banten, perwakilan Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS KSBSI dengan perusahaan membuat komitmen yang dimasukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tentang zona bebas kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja.

Kemudian, DPP FSB GARTEKS KSBSI mendesak pemerintah segera memberikan jaminan perlindungan dan membuat regulasi kepada pekerja digital platform di era industri 4.0. Sebab, sampai hari ini, status pekerja digital seperti ojek online masih sebatas mitra kerja. Dan belum ada aturan yang mengikat antara pengusaha dan ojol. Serta mendesak pemerintah terlibat aktif pemulihan bumi akibat dampak perubahan iklim (climate change).

Begitu juga, terkait wacana tentang perubahan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serikat buruh meminta agar diperhatikan hal-hal yang sudah berjalan baik pelaksanaannya tidak direvisi. Intinya DPP FSB GARTEKS KSBSI menolak jika isi revisi undang-undang tersebut  justru nantinya mendegradasi hak buruh untuk berorganisasi.

Demikian siaran pers ini disampaikan, semoga perayaan May Day 2022 ini menjadi momen kebangkitan buruh di Indonesia bangkit dan bersatu. Segenap keluarga besar FSB GARTEKS KSBSI juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.  GARTEKS…Cerdas, Berani, Militan!!  

Teriring Salam:                                                                                                

Ary Joko Sulistyo S.H, Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI

Trisnur Priyanto S.H, Sekretaris Jenderal DPP FSB GARTEKS KSBSI

Email : info@fsbgarteks.org