ID ENG

Perkuat Konsolidasi, FSB GARTEKS DKI Jakarta Gelar Membership Meeting

Tanggal Publish: 22/12/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada Minggu, 20 Desember 2020 di PT Kaho Indah Citra Garmen, Kawasa Berikat Nusantara (KBN), Cilincing Jakarta Utara,Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) DKI Jakarta mengadakan agenda Membership Meeting. Acara yang digelar ini merupakan salah satu program pelatihan untuk meningkatkan wawasan kepada pengurus dan anggota.

Yumana Sagala Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI DKI Jakarta mengatakan agenda membership meeting yang diadakan ini adalah wadah pendidikan bagi pengurus dan anggota untuk memahami dunia pergerakan buruh. Baik dalam memahami hak normativ buruh, advokasi, kampanye dan peraturan undang-undang tenaga kerja.  

“Semoga acara membership meeting yang diadakan ini semakin menumbuhkan rasa kepedulian kita untuk membesarkan FSB GARTEKS KSBSI di DKI Jakarta,” ucapnya.   

Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI dalam pemaparannya mengatakan dia bangga dengan semua pengurus dan anggota GARTEKS KSBSI. Dimana gerakannya lebih mengedepankan dialog sosial ketika dihadapkan persoalan hubungan industrial. Jadi, aksi demo hanya dilakukan, pada tahap akhir saja, ketika tidak ada lagi titik solusi dengan pihak perusahaan.  

Kata Elly, program pelatihan dialog sosial yang rutin diberikan memang untuk meningkatkan kedewasaan berpikir setiap pengurus dalam memecahkan persoalan. Artinya, seorang pemimpin serikat buruh itu tidak lagi mengedepankan sikap emosi, kalau ada anggotanya yang terkena pemutusan hubungan kerka (PHK).

Selain itu, dia mengatakan era industri 4.0 saat ini adalah tantangan terbesar bagi buruh. Kehadiran teknologi digitalisasi, robotisasi dan otomatisasi perlahan telah mengambil peran manusia di dunia kerja. Oleh sebab itu, Elly menegaskan FSB GARTEKS KSBSI harus bisa menjawab tantangan zaman ini.

“FSB GARTEKS KSBSI lebih meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan membuat program pelatihan (vokasi). Dimana tujuannya bisa menguasai teknologi industri 4.0. Kalau kita tidak mampu beradaptasi, maka buruh akan tergilas oleh zaman,” ucapnya.             

Sementara Trisnur Priyanto Sekjen FSB GARTEKS KSBSI mengatakan agenda membership meeting yang diadakan di PT KAHO adalah bagian dari proses pendidikan kepada pengurus dan anggota. Dia menjelaskan slogan GARTEKS adalah ‘Cerdas, Berani, Militan’. Karena itu, setiap pengurus dan anggota di organisasi ini harus terdidik dahulu, melalui program pelatihan yang dibuat.

Setelah cerdas, maka aktivis buruh GARTEKS harus berani dan militan dalam memperjuangkan buruh.  Inti dari semua itu, Trisnur mengatakan FSB GARTEKS KSBSI harus mengedepankan solidaritas. Sebab, yang terjadi sampai hari ini serikat buruh/pekerja di Indonesia sangat rentan konflik internal, hingga berujung perpecahan organisasi.

“Faktor utama perpecahannya tak jauh dari persoalan arogansi kepemimpinan. Tapi saya bersyukur, semua pengurus dari tingkat pusat, cabang dan komisariat perusahaan di FSB GARTEKS KSBSI sangat solid. Tidak ada arogansi masalah kepemimpinan dan konflik internal yang tajam” ucapnya.

Ia berpesan semua pengurus memprioritaskan FSB GARTEKS KSBSI menjadi organisasi bermanfaat bagi buruh, dari pada terjebak konflik. Rutin melakukan pengorganisiran dan pelatihan untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia (SDM). Baginya, konflik internal hanya membuang energi dan waktu.

“Saya yakin, FSB GARTEKS KSBSI kedepannya menjadi federasi serikat buruh solid dan militan dengan melihat kita yang sampai hari ini tetap solid,” ujarnya.

Mayoritas penduduk Indonesia adalah pekerja di sektor formal dan informal. Sayangnya, jumlah yang terdata di pemerintah, jumlah buruh bergabung di serikat buruh/pekerja kurang lebih 3 juta orang. Anehnya, jumlah konfederasi serikat buruh/pekerja semakin banyak, tapi minat buruh untuk berserikat tidak ada peningkatan.  

“Tugas berat kita kedepannya adalah, bagaimana mengajak mereka untuk sadar dan bergabung. Supaya buruh paham tentang hak-haknya dan nilai tawar serikat buruh semakin kuat di Indonesia,” tandasnya. (AH)