ID ENG

Peringati Hari Perempuan Internasional, FSB GARTEKS KSBSI Turun ke Jalan

Tanggal Publish: 08/03/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Memperingati Hari Perempuan Internasional atau ‘International Woman Day’s’ (IWD) yang setiap tahun diperingati setiap 8 Maret. Dalam peringatan IWD, keluarga besar FSB GARTEKS KSBSI, ikut melakukan aksi demo di depan Istana Presiden, di Jakarta Pusat. Aksi demo merupakan gabungan lintas federasi serikat buruh yang berafiliasi dengan Industri All.

Intinya, FSB GARTEKS KSBSI bersama lintas serikat buruh lainnya mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan hak kesetaraan gender. Pasalnya, walau Indonesia sudah menikmati alam demokrasi di era reformasi, ternyata perlakuan diskriminasi dan kekerasan fisik dan seksual masih kerap dialami oleh perempuan, seperti dalam dunia kerja.

Selain itu, tuntutan serikat buruh terkait 14 minggu cuti melahirkan sampai sekarang ini pun belum ditanggapi serius oleh pemerintah. Padahal, banyak di negara berkembang, pemerintahnya sudah memenuhi tuntutan 14 minggu cuti melahirkan, demi alasan kesehatan ibu dan anak dan produktivitas kerja. Sementara, di Indonesia, pemerintahnya masih menerapkan peraturan cuti melahirkan hanya 12 minggu bagi buruh/pekerja perempuan.

Oleh sebab itulah, pada momen hari perempuan internasional tahun ini, FSB GARTEKS KSBSI yang konsisten memperjuangkan hak kesetaraan gender, mendesak pemerintah mendengar aspirasi perjuangan buruh/pekerja perempuan. Selama ini, FSB GARTEKS KSBSI sudah mendorong anggotanya dari dari latar belakang perempuan untuk terlibat menjadi pemimpin dan sebelumnya sudah dibekali berbagai macam program pelatihan dan pendidikan.

Hal itu terlihat dari kepengurusan di wilayah tingkat cabang (DPC) partisipasi anggota dari perempuan sudah ikut terlibat menjadi pemimpin dalam kepengurusan sampai tingkat Pengurus Komisariat (PK). Bahkan tahun ini, FSB GARTEKS KSBSI juga berkomitmen melakukan kampanye dan advokasi ‘Gender Bassed Violence’ ke tiap perusahaan. Dimana tujuannya, agar perusahaan juga ikut bekerja sama dan mendukung buruh/pekerja perempuan bebas dari perlakuan diskriminasi, kekerasan dan pelecehan seksual. (AH)