ID ENG

Pentingnya Pemahaman K3 Kepada Buruh

Tanggal Publish: 27/03/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Kasus tingkat kecelakaan tenaga kerja di Indonesia hingga hari ini masih tinggi. Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2018 kemarin terdapat 157.313 kasus kecelakaan kerja yang menimpa buruh/pekerja. Ada beberapa kategori kecelakaan yang menimpa buruh/pekerja tahun lalu, seperti kategori kecelakaan lalu lintas saat menuju dan pulang dari tempat kerja, kecelakaan ketika sedang bekerja.

Walau Indonesia sudah lama memiliki produk peraturan undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), namun berbagai kasus kecelakaan dan gangguan kesehatan kerap menghantui buruh/pekerja. Untuk mengurangi tingkat kasus kecelakaan kerja dan memberikan pengetahuan tentang K3, DPP FSB GARTEKS KSBSI bersama CNV mengadakan pelatihan (training) K3 di Hotel Amaris Hotel, Semarang, Jawa Tengah, 21-22 Maret 2019 lalu. 

Eko Karsono, pakar materi K3, dalam penyampaiannya mengatakan tujuan training memberikan informasi seputar informasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada buruh/pekerja. Dia menegaskan, inti dari upaya mencegah agar tingkat kecelakaan kerja didalam perusahaan tidak tinggi, memang dibutuh kesadaran adanya fasilitas yang mendukung seperti sarana tenaga medis dan klinik kesehatan dalam perusahaan.

Selain itu, Alat Pelindung Diri (APD) merupakan syarat utama untuk melindungi buruh/pekerja agar terhindar dari resiko kecelakan kerja yang lebih berat. Perusahan dan buruh juga harus dan menaati semua syarat-syarat K3 yang sudah diterapkan pemerintah.

 

Inti dari training tersebut adalah, pihak buruh/pekerja dan managemen perusahaan harus memahami dasar-dasar K3 seperti:

  1. Pihak perusahaan wajib menulis dan memasang semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.
  2. Memasang semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.
  3. Menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang diwajibkan pada tenaga kerja yang dipimpin maupun orang lain yang memasuki tempat kerja disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.

 

Adapun hal dan Kewajiban yang harus deprhatikan oleh Pekerja :

  1. Memberi keterangan yang benar apabila diminta pegawai pengawas/keselamatan kerja.
  2. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang diwajibkan.
  3. Memenuhi dan menaati semua syarat-syarat K3 yang diwajibkan.
  4. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat K3 yang diwajibkan.
  5. Menyatakan keberatan kerja dimana syarat K3 dan APD yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan.