ID ENG

Pemimpin Global Harus Merumuskan Pekerjaan Baru Ditengah Covid-19

Tanggal Publish: 22/06/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Antonio Guterres Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB menyampaikan Covid-19 membawa imbas terhadap melemahnya roda perekonomian dunia. Dia membeberkan pada akhir Mei 2020 sekitar 94 persen perusahaan di setiap negara mengalami krisis keuangan. Sehingga pengusaha terpaksa menutup perusahaannya.  

Dampak pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap pengurangan jam kerja pekerja. Berdasarkan analisis International Labour Organization (ILO) tercatat penurunan jam kerja di kuartal I-2020 dan II-2020, dibandingkan dengan kuartal IV-2019. ILO memperkirakan 4,8% jam kerja hilang selama kuartal I-2020. Atau setara dengan perkiraan 135 juta pekerjaan penuh waktu, dengan asumsi 48 jam kerja per minggu, angka ini mewakili sekitar 7 juta pekerjaan. “Bahkan ancaman yang akan terjadi sekitar 1,25 miliar pekerja ditiap sektor di muka bumi ini berisiko tinggi kehilangan pekerjaan,” jelasnya dalam keterangan tertulis di Website ilo.org, beberapa waktu lalu.  

Selain itu pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat  Covid-19 mayoritas dari perusahaan kategori menengah dan kecil. Mirisnya, pekerja yang terkena pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) dan dirumahkan belum ada kepastian mendapatkan pekerjaan kembali dalam waktu dekat ini.

“Pandemi Covid-19 juga sangat berdampak kepada kaum perempuan dan penyandang disabilitas. Pasalnya, berdasarkan data ILO telah menyebabkan 1 dari 6 anak muda di dunia telah menjadi pengangguran,’ pungkasnya.

Melihat dunia kerja sedang mengalami kelumpuhan, Sekjen PBB menyarankan agar para pemimpin global harus bisa menjawab krisis yang terjadi ini. “Sudah saatnya para pemimpin global duduk bersama merumuskan pekerjaan layak bagi masyarakat dunia yang kehilangan pekerjaan yang ramah lingkungan, inklusif dan memiliki jaminan sosial," ungkapnya. (AH)