ID ENG

Pemerintah Harus Segera Melakukan Vaksinasi Covid-19 di Kluster Pabrik

Tanggal Publish: 21/07/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPP FSB GARTEKS-KSBSI) ikut mendukung program vaksinasi Covid-19 yang sedang gencar dilakukan pemerintah. Tujuan program ini dilaksanakan untuk menghentikan jumlah korban yang terpapar, akibat keganasana virus Corona.

Tapi ia menilai, program vaksinasi tersebut masih dipusatkan wilayah umum saja. Belum memberikan perhatian khusus kepada buruh yang bekerja di kluster (Kelompok) industri pabrik. Menurutnya, daerah ini berpotensi terjadi penyebaran Covid-19. Karena dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, memang sebagian buruh masih ada yang bekerja.

“Sementara masih banyak buruh belum terdaftar peserta, karena  kesibukannya bekerja. Kalau pun ingin mengikuti vaksinasi yang sudah disediakan ditempat umum, mereka sering terbentur oleh jam waktu kerja. Sehingga akhirnya sering tertunda bahkan batal,” ucapnya, saat diwawancarai, di Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (21/7/21).

Selain itu jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 yang dikonfirmasi pemerintah belum mencapai target yang diinginkan. Dan sampai hari ini korban terpapar, bahkan meninggal jumlahnya pun masih tinggi. Sebab salah satu alasan penyebab tingginya korban dinyatakan positif, karena sebagian masyarakat belum menjadi peserta vaksinasi.

Dia menyarankan ada baiknya pemerintah segera melakukan ‘jemput bola’. Dengan cara membuka posko vaksinasi Covid-19 ke pabrik-pabrik. Pasalnya, jumlah buruh bekerja dikawasan pabrik, itu bisa mencapai ribuan orang. Termasuk, walau pun di perusahaan sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes), tapi belum tentu bisa menjamin buruh bebas dari ancaman virus Corona.   

“Jadi, kalau satu buruh saja terpapar tanpa gejala, lalu dia tetap bekerja, maka sangat berpotensi menularkan virus Coron ke lingkungan pekerjaan dan keluarganya. Nah, kalau saja seandainya sebagian  buruh itu terpapar Covid , kan sangat berdampak pada kondisi perusahaan,” kata Ary Joko.

Menurut Ary Joko, memberikan vaksinasi kepada semua buruh diseluruh kawasan industri yang sedang beroperasi itu penting. Sebab, program vaksin yang disediakan masih lebih banyak ditempat umum. “Sementara, di kluster pabrik belum begitu terlihat. Kalau pun ada program vaksinasi, mungkin saja inisiatif pribadi dari perusahaannya, bukan dari pemerintah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan vaksinasi 1 juta per hari pada Juli dan 2 juta per hari pada Agustus. Namun mengingat, tahun ini terjadi gelombang kedua kasus Covid-19, pemerintah memutuskan menaikan  vaksinasi menjadi 3 juta masyarakat per hari sampai Oktober 2021. Target ini dilakukan, karena mengingat korban  yang terpapar semakin sulit dihentikan. (AH)