ID ENG

Pelatihan GBV Digelar di Semarang

Tanggal Publish: 27/03/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Bertempat di Hotel Amaris, Semarang, Jawa Tengah, tanggal 20-21 Maret 2019 kemarin, DPP FSB GARTEKS bersama CNV, mengadakan pelatihan Gender Bassed Violence (GBV). Agenda pelatihan yang diadakan selama 2 hari tersebut diadakan untuk pengurus tingkat DPC dan pegurus komisariat (PK) wilayah Jawa Tengah.  Sementara, Trisnur Priyanto, Sekjen KSBSI, salah satu yang dipercaya memberikan materi pelatihan. Sebelum memberikan ulasan materi lebih dalam, Trisnur mengatakan bahwa tujuan pelatihan GBV untuk memberikan pemahaman mengenai pemahaman gender terhadap buruh dalam dunia kerja.

Dia juga menjelaskan, manfaat pelatihan GBV juga bertujuan untuk memberikan kesadaran tentang hak kesetaraan gender terhadap buruh dalam dunia kerja. Sehingga pengurus dan anggota FSB GARTEKS KSBSI diwilayah Jawa Tengah nantinya ikut memperjuangkan hak perempuan dalam dunia kerja tanpa ada diskiriminasi, ikut melawan perlakuan kekerasan terhadap buruh perempuan. 

Selain itu, alasan DPP FSB GARTEKS KSBSI rutin mengadakan GBV, hal itu disebabkan jika sampai hari ini kasus diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dalam dunia kerja masih kerap terjadi. Ada 20 peserta yang mengikuti pelatihan, diantaranya, 13 laki-laki dan 7 orang perempuan. Mereka yang mengikuti pelatihan GBV dari perwakilan, CV. SKO Jaya Garment, CV. Payung Asli, PT. Matahari Plastik, DPC FSB Garteks Wonogiri, DPC FSB Garteks Solo, DPC FSB Garteks Semarang, CV. Gading, PT. Bina Guna Kimia.

Lalu apa yang masih menjadi kendala terhadap persoalan gender sampai saat ini? Berdasarkan hasil diskusi, ternyata ditemukan beberapa poin persoalan. Seperti tingkat partisipasi buruh perempuan dalam pengambilan keputusan (struktur  dan juru runding) dalam kepengurusan tingkat DPC dan PK masih minim. Kemudian, program organisasi untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan juga masih minim.

“Karena minimnya program pendidikan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan, akhirnya masih terus terbangun bahwa perempuan dalam dunia serikat buruh adalah lemah dan kurang cerdas,” ungkap Trisnur.

Untuk itulah, solusi yang harus segera dijawab kedepannya, DPP FSB GARTEKS KSBSI akan terus mendorong buruh perempuan lebih aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Sehingga nantinya bisa terlatih untuk terlibat sebagai pengambil keputusan. Rencananya juga, Komite Perempuan FSB GARTEKS KSBSI diwilayah Jawa Tengah akan dibentuk, sebagai wadah meningkatkan kualitas dan kapasitas kepemimpinan perempuan di serikat buruh. (AH)