ID EN

Pasca Tsunami Banten-Lampung, FSB GARTEKS KSBSI Buka Posko Kemanusiaan

Tanggal Publish: 25/12/2018, Oleh: DPP FSB Garteks

Duka mendalam kembali menyelimuti Indonesia menjelang akhir tahun 2018. Hari Sabtu malam kemarin, 21 Desember 2018, akibat anak  Gunung Krakatau, diperairan laut Selat Sunda mengalami erupsi, akhirnya mengakibatkan ombak Tsunami yang menghantam wilayah Pandeglang, Banten, sekitarnya dan Lampung atau tepatnya Lampung Selatan. Bahkan, ombak Tsunami yang menghantam kedua wilayah itu juga sempat diluar prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Akibatnya, terjangan ombak Tsunami yang tak sempat diprediksi, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), merilis korban sementara yang meninggal sebanyak 373 orang. Korban yang mengalami luka berat dan ringan sebanyak 1.459 orang dan masih dinyatakan hilang sebanyak 128 orang dan masyarakat yang mengungsi dari lokasi bencana sebanyak 5.665 orang.

Pasca kejadian ombak Tsunami, pemerintah pun langsung bergerak cepat bersama TNI/Polri, BNPB, PMI bersama masyarakat untuk melakukan evaluasi warga yang terkena bencana. Termasuk juga, keluarga besar FSB GARTEKS KSBSI ikut bergerak cepat dengan membuka “Posko Kemanusiaan” dengan turun ke jalan melakukan penggalangan dana serta mengumpulkan pakaian dan makanan cepat saji.

Trisnur Priyanto, Sekjen FSB GARTEKS KSBSI mengatakan, aksi kemanusiaan yang dilakukan memang sudah menjadi panggilan hati nurani untuk membantu korban bencana Tsunami yang sedang berduka dan kesusahan. Wilayah Banten juga merupakan basis buruh terbesar FSB GARTEKS KSBSI, sehingga bergerak cepat membuka posko kemanusiaan dan penggalangan dana satu-satunya jawaban untuk meringankan beban dan duka korban.

“Posko Kemanusiaan sudah dibuka ditiap cabang FSB GARTEKS, seperti di Bogor, Serang, Tangerang, Majalengka, Semarang sampai tingkat pengurus komisariat (PK). Seluruh pengurus dan anggota sudah bergerak cepat melakukan penggalangan dana dan mengumpulkan pakaian dan makanan cepat saji,” ujarnya, waktu diwawancarai, Selasa, 25 Desember 2018.

Dia juga menjelaskan, target membuka posko kemanusiaan yang dibuka hari ini akan ditargetkan bekerja selama satu minggu. Nantinya, dana dan makanan cepat saji yang sudah terkumpul dari pemberian masyarakat akan segera dikirim ke pihak terkait yang menangani bencana Tsunami Banten dan Lampung. Untuk koordinator penanggung jawab posko kemanusiaan, dipercayakan kepada Tri Pamungkas (Ketua Cabang FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya) dan dan Faizal Rakhman (Ketua Cabang FSB GARTEKS Kabupaten Serang).

“Aksi kemanusiaan yang kami lakukan idenya memang spontan dan langsung bergerak satu komando, karena kami tak ingin melihat beban dan duka yang lebih mendalam bagi korban bencana ombak Tsunami Banten dan Lampung,” jelasnya.

Ditambahkannya juga, aksi membuka posko kemanusiaan yang dilakukan tiap cabang FSB GARTEKS KSBSI, menunjukan aktivis buruh tidak hanya jago aksi demo membela hak-hak buruh yang tertindas. Aktivis buruh juga sigap dalam membantu korban bencana alam, karena semangat perjuangan serikat buruh adalah semangat solidaritas kemanusiaan. (AH)