ID ENG

Minggu Depan GARTEKS KSBSI Siap Demo, Melawan Omnibus Law

Tanggal Publish: 10/01/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Ary Joko Sulistyo, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sentra Industri Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) menyampaikan organisasi yang dipimpinnya siap aksi demo menolak agenda omnibus dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Aksi demo buruh ini akan dilakukan pada 15 Januari 2020, di Jakarta bersama federasi buruh yang berafiliasi dengan KSBSI dalam aliansi Gerakan Melawan Lima Belas Januari (GEMA-LARI)

Ketika diwawancarai, Ary menerangkan konsolidasi internal di FSB GARTEKS KSBSI sudah selesai terkait rencana aksi demo. Bahkan aksi menolak RUU Cipta Lapangan Kerja tak hanya dilakukan di Ibukota Jakarta saja. Tapi perwakilan tingkat cabang akan dilakukan bersama aliansi serikat buruh dan pekerja yang sudah dibangun selama ini.  

“Ribuan anggota FSB GARTEKS KSBSI sudah siap turun aksi demo, menolak agenda omnibus law. Sejak awal pemerintah tidak transparan merumuskan RUU Cipta Lapangan Kerja. Jadi wajar kami menduga agenda omnibus law hanya mengutamakan kepentingan investor. Sementara buruh terkesan dianaktirikan,” tegasnya, 10 Januari 2020.

Bahkan saat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Omnibus law, perwakilan serikat buruh dan pekerja tak ada dilibatkan. Semuanya hanya perwakilan pemerintah, pengusaha dan akademisi. Padahal agenda yang sedang dibahas sangat berkaitan dengan rencana revisi Rencana Undang-Undang Ketenagakerjaan. Nah, seandainya RUU Cipta Lapangan Kerja dirancang tidak adil, maka bisa menghancurkan masa depan buruh.

“Jadi bukan pekerja formal saja yang bakal terancam kalau RUU itu nantinya disahkan kalau tidak pada berpihak pada buruh. Pekerja non formal pun ikut banyak kehilangan masa depan karena hanya mengutamakan kepentingan pengusaha semata,” terangnya.

Ary menilai langkah DEN KSBSI melakukan seruan aksi  demo yang akan dilakukan minggu depan sudah tepat. KSBSI sudah menunjukan komitmennya menjadi serikat buruh yang kritis dan independen. Serta tidak memihak pemerintah, ketika ada rencana kebijakan yang bakal merugikan nasib buruh Indonesia.

Ada pun seruan aksi demo yang akan dikeluarkan DEN KSBSI menuntut:

  1. Keluarkan Klaster Ketenagakerjaan dari RUU Cipta Lapangan Kerja
  2. Tolak Kenaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan
  3. Tolak Pengurangan Jumlah Pesangon
  4. Segera Bentuk Tim Khusus Klaster Ketenagakerjaan

Seruan aksi demo melawan agenda RUU Cipta Lapangan Kerja juga tak hanya dilakukan oleh KSBSI saja. Serikat buruh dan pekerja diluar KSBSI juga sudah siap menyatakan siap turun ke jalan, menolak agenda omnibus law yang bisa mengancam masa depan buruh. (AH)