ID ENG

Militansi Buruh Menurun, May Day Akan Dijadikan Momen Kebangkitan

Tanggal Publish: 26/04/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei sudah didepan mata. Walau di era reformasi, sudah dinyatakan sebagai hari libur nasional namun tidak menyurutkan aktivis FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya, Banten, untuk melakukan peringatan dan May Day akan dijadikan momen menyuarakan hak-hak buruh. Bagi aktivis buruh FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya, peringatan May Day merupakan momen perjuangan MELAWAN LUPA, terhadap penindasan yang dilakukan oleh kekuasaan.

Tri Pamungkas, Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya mengatakan, peringatan May Day tahun 2019 ini merupakan ajang penguatan konsolidasi buruh untuk memperjuangkan hak-haknya diwilayah Banten. Sebab, sampai hari ini masih banyak nasib buruh yang diperlakukan tidak adil dalam perusahaan nakal. Seperti masalah upah, jam kerja, status kerja yang belum dipenuhi pengusaha sesuai peraturan yang berlaku.

Sebagai contoh, dia menceritakan keterlibatan pemerintah mengawasi perusahaan nakal yang tidak menjalankan peraturan demi terpenuhinya hak dan kesejahteraan buruh pun terbilang sangat minim. Berdasarkan data,  di Provinsi Banten Per Desember Tahun 2017, ada perusahaan  berskala kecil, sedang maupun sekala besar yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten berjumlah kurang lebih 15.495 perusahaan.

Sementara, jumlah buruh sebanyak 1.463.050 orang dan saat ini baru memiliki tenaga Pengawas Ketenagakerjaan sebanyak 72 orang. Terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebanyak 17 orang dan Pengawas berkeahlian khusus ada 9 orang.

“Artinya jumlah PPNS tidak sebanding dari segi kuantitas perusahaan yang harus diawasi dengan jumlah pengawas yang ada,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke awak media, Jumat (26/19)

Intinya, FSB GARTEKS SBSI Tangerang Raya dengan tegas dalam memperingati May Day akan tetap mengkritisi kebijakan pemerintah. Baik dari tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Organisasi yang dipimpinnya pun menegaskan tidak tertarik dengan peringatan May Day dengan mengadakan kegiatan berbagai macam perlombaan, mancing bersama yang difasilitasi oleh birokrasi pemerintah.

“Momen May Day tahun 2019 kami justru mendesak pemerintah harus fokus meningkatkan kualitas  daya saing buruh dalam dunia kerja untuk dimasa yang akan datang menghadapi era digitalisasi industri 4.0. Jadi merayakan May Day bukan sekadar merayakan hal-hal yang kurang bermanfaat,” pungkasnya.

Tri mengatakan internal FSB GARTEKS SBSI Tangerang sudah melakukan konsolidasi dari tingkat pengurus cabang sampai pengurus komisariat (PK) tingkat perusahaan menyambut May Day. “Tiga tahun terakhir ini kami melihat telah terjadi pergeseran militansi gerakan buruh. Ditambah pemerintah kami nilai tidak serius dalam meningkatkan kualitas regulasi yang ada sehingga kepastian hukum perburuhan semakin terpuruk. Kami tegaskan, peringatan May Day, keluarga besar FSB GARTEKS Tangerang Raya kami merayakannya dengan turun ke jalan sebagai momen kebangkitan buruh,” tegasnya.

Ada pun agenda isu perjuangan yang akan disampaikan, FSB GARTEKS Tangerang Raya akan memperjuangkan isu buruh seperti: Hapuskan praktik sistem buruh kerja kontrak (outsourching) dan pemborongan, 1. Hapuskan praktik kekerasan terhadap buruh perempuan didalam dan di luar tempat kerja, 2. Berikan hak cuti 14 minggu bagi buruh perempuan yang melahirkan,  3. Tingkatkan dan perbaiki kualitas K3 di perusahaan, 4. Tolak pemberangusan serikat buruh (union busting) dalam perusahaan, 5. Tingkatkan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. (AH)