ID ENG

Merasa Korban Pemberangusan Serikat Buruh dan Fitnah, FSB GARTEKS Ancam Demo Nike Perwakilan Jakarta

Tanggal Publish: 03/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Terkait kasus pemberangusan serikat buruh (union busting) dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang menimpa pengurusnya ditingat perusahaan, Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri (DPP FSB GARTEKS) mengeluarkan pernyataan sikap dalam keterangan tertulis.                                                  

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum DPP FSB GARTEKS mengatakan Nike selama ini dikenal perusahaan raksasa di sektor industri garmen, tekstil, sepatu dan alas kaki (TGSL) yang memiliki perwakilan ada dibeberapa negara termasuk di Indonesia. Perusahaan tersebut juga telah memiliki "Code Of Conduct" atau "Standar Panduan Kebijakan Nike" yang disebut CoC.                          

Serta sebagai syarat mutlak jika ingin berbisnis dengan merk Nike, pemasok wajib menerapkan dan mengintegrasikan persyaratan yang tertuang dalam CoC tersebut. Pemasok merk Nike disetiap negara wajib mematuhi dan tunduk pula kepada undang-undang di negara pemasok.                                  

“Salah satu prasyarat yang tertuang dalam CoC tersebut adalah tentang Kebebasan Berserikat, disana secara garis besar pekerja atau buruh diberikan keleluasan hak untuk bergabung atau tidak dengan serikat buruh, bebas dari intervensi, larangan balas dendam,” ucapnya , Sabtu (3/10/2021).

Lanjutnya, saat ini di Indonesia sendiri, tepatnya Provinsi Banten ada 4 perusahaan pemasok merk Nike yaitu :

  1. PT. Victory Chingluh Indonesia
  2. PT. Ching Luh Indonesia
  3. PT. Eagle Nice Indonesia
  4. PT. Nikomas Gemilang

Ary Joko menduga kuat, empat perusahaan pemasok merk Nike ini telah melakukan praktik pemberangusan serikat buruh khususnya terhadap keberadaan FSB GARTEKS dan diskriminasi kebebasan berserikat. Bahkan yang terjadi di PT. Victory Chingluh Indonesia yang beralamat di Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang dan PT. Ching Luh Indonesia beralamat di Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, sudah tidak disebut lagi indikasi. Perusahaan perusahaan ini telah terang terangan melakukan PHK terhadap Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS.

“Nike harus bertanggung jawab akibat ulah dugaan sikap arogan kedua perusahaan ini. Kalau terjadi pembiaran, kami akan menentukan sikap tegas,” ungkapnya.

Trisnur Priyanto Sekjen DPP FSB GARTEKS menegaskan bahwa serikat buruhnya selalu mengedepankan dialog sosial dalam menyelesaikan perselisihan ketenagakerjaan. Tapi jika pihak perusahaan terkesan menutup dialog,  pihaknya mengambil langkah terakhir "Hukum Adat" atau aksi demo. Dan menggaungkannya ke seluruh pelosok negeri akan tindakan perusahaan Nike atau perusahaan pemasok merk Nike tersebut.

“FSB GARTEKS akan membangkitkan kembali slogan "Militan" kepada seluruh anggotanya untuk aksi di Kantor Nike Jakarta dan kampanye diberbagai media sosial dan media lainnya. Aksi demo akan berlanjut sampai perusahaan pemasok merk Nike mempekerjakan kembali Pengurus Komisariat FSB Garteks yang di PHK dan memberikan hak Kebebasan Berserikat,” tegasnya.

Begitu pula dengan penolakan FSB GARTEKS yang dilakukan manajemen PT. Eagle Nice Indonesia di Kabupaten Serang. Dia menduga ada sekelompok pihak yang tidak suka kehadiran serikat buruhnya di perusahaan itu. Lau sengaja membuat isu dan fitnah bahwa jika FSB GARTEKS masuk ke perusahaan tersebut maka order Nike akan hengkang dari Indonesia.

“Kami menilai isu ini sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak suka dengan gerakan nyata FSB GARTEKS. Mereka mungkin takut kami menjadi kompetitor kami dan kehilangan anggotanya. Karena gerakan FSB GARTEKS murni membela kepentingan anggota dan buruh. Bukan menjadi kepentingan segelintir elit ataupun pengurusnya,” tutup Trisnur. (AH)