ID ENG

Mengadu Nasib Kerja, Urbanisasi Kembali Menyerbu Jakarta

Tanggal Publish: 11/06/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Hari Raya Idul Fitri 1440 H baru saja usai dan jumlah warga tinggi melakukan mudik lebaran adalah warga Ibukota Jakarta dan sekitarnya. Kini, setelah satu minggu lebaran, para pemudik pun mulai kembali ke ibukota, untuk beraktifitas seperti biasa.

Namun menjadi persoalan, setiap habis lebaran tingkat urbanisasi akan semakin meningkat. Pasalnya, mereka yang mudik sebagian ada yang membawa sanak keluarganya ke Jakarta untuk mengadu nasib, alias mencari kerja. Sementara, persaingan kerja di ibukota pun sangat ketat.

Kalau tak ada keahlian dan lulusan pendidikan yang memadai, maka kaum urbanisasi akan kalah dalam persaingan kerja sehingga menambah jumlah tingkat pengangguran. Pihak Pemda DKI Jakarta pun memperkirakan, jumlah urbanisasi pasca lebaran tahun meningkat menjadi 71 ribu orang.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta mengatakan tak mempersoalkan jumlah arus urbanisasi akan meningkat tahun diwilyahnya. Dia menerangkan hal tersebut sudah resiko yang dilakukan setiap tahun. Jadi urbanisasi yang masuk ke Jakarta, menurutnya tak perlu dipersoalkan secara serius. Namun harus dicari solusinya dalam bentuk program latihan kerja dan dokumen lengkap perpindahan penduduk.

Tahun 2018, Badan Pusat Statistik melaporkan jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,4 juta orang. Sementara jumlah pengangguran sebesar 290.120 orang atau sebesar 8,25 persen. Jumlah pengangguran tersebut masuk kategori penduduk yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan dan  mempersiapkan suatu usaha.

Berdasarkan pantauan dibeberapa terminal dan stasiun kereta api, hari ini terlihat puncak keramaian arus mudik yang kembali ke Jakarta yang pada umumnya dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya di Stasiun Kereta Api (KA) Jatinegara, Jakarta Timur, terlihat rebih ramai dibanding hari biasa.

Waktu diwawancarai wartawan, Dedy  Priyono Eko Subekti,  Kepala Stasiun PT Kereta Api Indonesia (KAI) Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan jumlah arus mudik yang tiba menjelang siang ini terlihat lebih ramai dibanding hari sebelumnya.

“Dierkirakan dari pagi sampai siang sudah mencapai 11 ribu orang lebih jumlah arus mudik yang turun di stasiun ini,” ucapnya, saat diwawancarai wartawan, Senin, 10 Juni 2019.

Lanjutnya, dia menjelaskan jumlah arus mudik batas akhir nanti, ia memperkirakan mencapai 40 ribu orang. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pihaknya juga sudah dibantu dari keamanan dari TNI dan Polri. 

“Sejauh ini belum ada masalah yang menimpa penumpang, seperti masalah kecopetan dan sebagainya, karena keamanan memang super ketat. Kalau ada yang sakit kami sudah menyediakan pos kesehatan. Tapi kalau penumpang jumlah arus mudik tahun ini menurut saya naik, saya perkirakan sekitar 20 persen,” tutupnya. (A1)