ID EN

Menaker: Masyarakat Jangan Gampang Termakan Isu Hoax

Tanggal Publish: 25/01/2019, Oleh: DPP FSB Garteks

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri, mengingatkan kepada masyarakat agar jangan terlalu gampang menelan bulat-bulat pemberitaan di media sosial (medsos) yang tidak punya info akurat. Hal itu disampaikannya, terkait klarifikasi terkait demo pekerja di PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sebab, demo buruh/pekerja di Morowali selama dua hari itu sebenarnya menuntut kenaikan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK), bukan demo tenaga kerja asing (TKA) China atau demo menolak TKA China. Tapi oleh orang-orang tak bertanggung jawab, justru di Medsos sengaja disebarkan menjadi isu demo penolakan TKA asal Cina.

“Sebenarnya tuntutan aksi mogok kerja masalah kenaikan UMSK 2019 yang dilakukan buruh saat ini prosesnya sedang ditangani oleh otoritas yang ada di daerah, termasuk mediasi hingga ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya, dalam keterangan pers, di Kantor Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.

Oleh sebab itulah, Menaker berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak termakan hoax demo pekerja di Morowali yang dipelintir menjadi demo TKA China atau demo menolak TKA China. Karena, isu hoax akan bisa menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dia juga tak melarang, jika ada buruh yang melakukan aksi demo, selama mengikuti peraturan hukum. Namun, dia berharap perjuangan yang mulia itu jangan dicemarkan isu yang lain sehingga membuat kegaduhan masyarakat.

“Saya harap agar persoalan UMSK di Morowali menemukan solusinya dalam waktu dekat,” tambahnya.

Terkait tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, Menaker mengimbau supaya masyarakat tidak perlu khawatir karena mereka tidak akan mengambil lapangan kerja penduduk Indonesia.

“Tenaga kerja asing muncul sebagai risiko dari investasi. Para investor akan membawa pekerja dari negaranya, namun jumlahnya terkendali. Jauh lebih besar lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat Indonesia dari hasil investasi tersebut,” tutup Hanif. (AH)