ID ENG

Memperingati May Day, Ini Pernyataan Sikap ITUC

Tanggal Publish: 29/04/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada setiap 1 Mei masyarakat dunia memperingatinya sebagai Hari Buruh Internasional. Atau dikenal dengan ‘May Day’. Tentu saja, semua aktivis serikat buruh/pekerja akan merayakannya, walau situasi hari ini dunia masih menghadapi pandemi Covid-19. Proses perjuangan aktivis buruh pun tak pernah mulus untuk menjadikan May Day menjadi hari momen internasional. Karena butuh selama hampir 200 tahun untuk memperjuangkannya. Agar setiap buruh mendapatkan pekerjaan dan hak hidup layak.

Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu, menyampaikan dampak Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 250 juta pekerjaan hilang sejak tahun lalu. Dan lebih dari 130 juta pekerjaan berisiko tahun ini. Oleh sebab itu, ITUC menyerukan kepada para pemimpin negara untuk segera menciptakan lapangan kerja dalam program pemulihan dan ketahanan sesuai semangat perjuangan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Karena itu, ITUC merekomendasikan kepada setiap pemimpinan negara, diantaranya:

  1. Meningkatkan investasi publik
  2. Berinvestasi di sektor publik dan menciptakan program ketenagakerjaan publik
  3. Mendorong terciptanya pekerjaan yang berkualitas
  4. Berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan
  5. Memformalkan pekerjaan informal.

ITUC juga menilai dimasa pandemi ini banyak pemerintah bekerja dengan cepat dalam mengatasi  ledakan pengangguran jangka pendek. serta mengurangi jam kerja di awal pandemi. Hal ini sangat perlu didukung oleh rencana ketenagakerjaan nasional dan kebijakan industri.

Lima tuntutan

Selain itu, ITUC juga mendesak kepada pemimpin negara untuk peduli mengatasi perubahan iklim dunia yang terjadi hari ini. Termasuk memperluas penyediaan kesehatan, perawatan dan memperbaiki dan membangun infrastruktur yang berkualitas. Termasuk perpajakan yang adil sangat penting untuk mendanai upaya perbaikan perubahan iklim.

 Penciptaan lapangan kerja merupakan inti dari lima tuntutan pekerja akan kontrak sosial baru. Tuntutan lainnya adalah:

  1. Hak kebebasan, khususnya dalam berorganisasi dan perundingan bersama di perusahaan
  2. Perlindungan Sosial, termasuk dana perlindungan sosial global untuk negara-negara paling tidak kaya
  3. Kesetaraan, untuk perempuan dan untuk semua kelompok yang menghadapi diskriminasi
  4. Inklusi, terutama realisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dan akses untuk semua vaksin, tes, dan perawatan Covid-19.

Di mana tuntutan ini ditindaklanjuti, kemakmuran bersama akan menggantikan kemiskinan, demokrasi akan diperkuat, dan masyarakat akan berkembang atas dasar ekonomi yang sehat. Kegagalan untuk mengikuti kursus ini akan semakin merusak kepercayaan pada pemerintah dan mengkhianati generasi sekarang dan masa depan.

Pada May Day, serikat pekerja di seluruh dunia akan menyuarakan suara mereka untuk perdamaian, hak, keberlanjutan, dan keadilan sosial dan ekonomi, untuk menciptakan dunia dengan orang-orang sebagai pusatnya dan tidak ada yang tertinggal. (AH)