ID ENG

Membaca Tantangan dan Peluang FSB GARTEKS KSBSI di Jawa Barat

Tanggal Publish: 27/01/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Agus Saefudin Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kota Bandung Jawa Barat mengatakan ditengah pandemi Covid-19, serikta buruh banyak mendapat tantangan diwilayahnya. Salah satunya penerapan kebijakan Pembatasan Skala Besar-Besaran (PSBB) menjadi kendala untuk melakukan agenda konsolidasi dan perekrutan anggota.

“Penerapan PSBB di Kota Bandung ikut berdampak pada kami, karena segala aktivitas buruh sekarang ini masih serba dibatasi oleh pemerintah,” ucapnya Agus yang juga dipercaya sebagai Koordinator Daerah (Korda) FSB GARTEKS KSBSI Jawa Barat.

Lanjutnya, sejak wabah Corona melanda Indonesia pada Maret 2020, wilayah Jawa Barat yang paling berdampak. Karena jumlah buruh korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diwilayah ini termasuk tertinggi di Indonesia. Belum lagi, beberapa tahun ini investor telah banyak memindahkan perusahaannya ke daerah Jawa Timur.

“Jadi tak heran, tantangan serikat buruh di Kota Bandung dan daerah Jawa Barat terbilang berat. Disatu sisi, pandemi Covid-19 mengakibatkan ratusan ribu orang ter-PHK, sebagian lagi sudah banyak yang pindah ke Jawa Tengah,” jelasnya.

Ditengah tantangan berat ini, Agus menyampaikan organisasi yang dipimpinnya harus membangun optimis. Untuk memperkuat posisi tawar, dia menyampaikan baru saja menyelesaikan verifikasi pendataan jumlah keseluruhan anggota FSB GARTEKS KSBSI di Jawa Barat ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi.

Selain itu, dia masih rutin melakukan agenda konsolidasi pertemuan pengurus tingkat cabang, dalam rangka membesarkan organisasi. Strategi yang diterapkan untuk merekrut anggota, dia menjelaskan FSB GARTEKS KSBSI lebih mengedepankan sosial dialog dengan pihak perusahaan dan pemerintah.

“Kami memang sedang membangun paradigma baru dengan pengusaha dan birokrasi, bahwa serikat buruh itu bukan momok menakutkan. Namun bisa diajak dan duduk berdialog untuk menciptakan gagasan dan solusi hubungan industrial,” pungkasnya.

Kata Agus, agenda sosial dialog yang sudah dijalankannya beberapa tahun ini terbukti membawa dampak positif. Buktinya, sekarang ini DPC FSB GARTEKS Kota Bandung bisa duduk bersama dengan perwakilan pemerintah dan pengusaha. Seperti merumuskan upah Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kabupaten/Kota, serta solusi penyelesaian hubungan industrial.

“Sejak beberapa tahun ini kami juga sudah membangun aliansi serikat pekerja/buruh diwilayah Kota Bandung dalam menyikapi isu perburuhan, baik dari tingkat lokal sampai nasional,” ucapnya. 

Terakhir, mengingat perusahaan industri garmen dan tekstil banyak pindah ke Jawa Tengah, Agus menyampaikan FSB GARTEKS KSBSI di Kota Bandung sekarang ini mulai merekrut ke sektor industri lainnya. Termasuk, akan lebih fokus melakukan konsolidasi internal di tingkat pengurus. Walau ia tak membantah, bahwa situasi pandemi ini banyak sekali kendalanya.

“Rencananya, FSB GARTEKS KSBSI Kota Bandung akan melakukan Konferensi Cabang (Konfercab). Mudah-mudahan pengurus yang terpilih nanti bisa menjalankan amanah untuk membesarkan organisasi,” tutupnya. (AH)