ID ENG

Melihat Keberhasilan FSB GARTEKS KSBSI Dalam Memperjuangkan Agenda GBV di Dunia Kerja

Tanggal Publish: 04/01/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Keberpihakan Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) dalam mendorong hak kesetaraan gender di dunia kerja tak usah diragukan lagi. Pasalnya, sejak beberapa tahun ini semakin fokus menciptakan kader buruh perempuannya untuk tampil menjadi pemimpin serikat buruh. Baik Dari tingkat Pengurus Komisariat (PK), Dewan Pengurus Cabang (DPC) sampai tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI menjelaskan bahwa serikat buruh yang dipimpinnya ini merupakan buruh dari sektor padat karya. Dimana, buruh yang bekerja adalah mayoritas buruh perempuan. Ironisnya, ketika selama ini sedang bekerja, mereka sangat rentan dengan pelecehan dan kekerasan seksual dilingkungan kerja.

“Sedihnya lagi, ketika diantara mereka ada yang menjadi korban, sebagian besar memilih diam. Karena merasa malu, tidak tahu harus bagaimana caranya melapor. Bahkan, keluarga korban masih menganggap tabu jika sampai diketahui masyarakat luas,” ucapnya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dia menilai, rantai kejahatan pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja ini harus dihentikan. Sebab korban terus bertambah, dari yang terpublikasi maupun yang tidak terpublikasi. Bahkan diantara mereka ada mengalami trauma berkepanjangan dan terpaksa kehilangan pekerjaan. Karena itu, DPP FSB GARTEKS KSBSI bersama CNV International sejak beberapa tahun lalu, memutuskan fokus membangun kampanye dan advokasi Gender Bassed Violence (GBV) di tingkat perusahaan.

Lalu memberikan pelatihan GBV secara bertahap kepada pengurus tingkat cabang, pengurus komisariat dan anggota. Nah pemberi materi juga orang yang berkompeten dibidangnya. Seperti dari aktivis perempuan, NGO. Serta aktivis buruh perempuan KSBSI yang telah berpengalaman ditingkat internasional dalam kampanye hak kesetaraan gender.

“Pelatihan tentang GBV yang diberikan ini memang berangkat dari semangat dari Konvensi ILO Nomor 190 Tahun 2019 Tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja,” terang Ary Joko. 

Hasil pelatihan yang sudah diberikan pun memuaskan sampai akhir tahun 2021. Hal itu terlihat, buruh perempuan FSB GARTEKS KSBSI saat ini penuh percaya diri melakukan edukasi dan kampanye melawan diskriminasi, pelecehan dan kekerasan seksual dunia kerja di media sosial. Serta memasang spanduk di perusahaan masing-masing.

“Mereka juga rutin melakukan diskusi tentang hak kesetaraan gender di lingkungan kerja,” pungkasnya.

Aksi kongkrit lainnya adalah, serikat buruhnya berhasil memaksimalkan program kerja Komite Kesetaraan Federasi (K2F) FSB GARTEKS KSBSI dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) buruh perempuan di internal organisasi.  Termasuk memperkuat struktur perwakilannya sampai tingkat cabang dan PK.

“Agenda ini tentunya bersinergi dengan Departemen Perempuan DPP FSB GARTEK KSBSI,” pungkasnya.

Terakhir, Ary Joko mengatakan, DPP FSB GARTEKS KSBSI sukses menggelar Women Conference and Leadership Training, di Hotel Remaja PGI, Puncak Bogor Jawa Barat, yang diadakan pada November 2021. Kegiatan ini tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kader buruh perempuan. Serta memperkuat Komisi Kesetaraan Federasi  (K2F) GARTEKS KSBSI.

Sebelumnya, Indah Fatma Sari Ketua  K2F FSB GARTEKS KSBSI saat diwawancarai menjelaskan tahun ini, dia menargetkan pembentukan Komite Kesetaraan Cabang (K2C) dan Komite Kesetaraan tingkat  perusahaan (K2 PK). Dimana sempat terkendala akibat pandemi Covid-19. Dan kepengurusan yang terbentuk sejak 2 tahun ini di perwakilan DPC FSB GARTEKS KSBSI  Kabupaten Serang, Kota Medan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, DKI Jakarta.

“Untuk di Kabupaten Jepara dan cabang lainnya semoga tahun depan segera dibentuk. Termasuk FSB GARTEKS KSBSI di Kabupaten Karawang Jawa Barat juga lagi persiapan, karena sedang proses pembentukan cabang,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, tahun ini 5 PK FSB GARTEKS KSBSI kembali berhasil memasukan agenda GBV dalam kesepakatan PKB ditingkat perusahaan, diantaranya;

  1. Parkland World Indonesia (PWI) Satu Kabupaten Serang
  2. Parkland World Indonesia (PWI) Satu Kabupaten Serang
  3. Kaho Citra Garmen DKI Jakarta
  4. Indonesia Wacoal Kabupaten Bogor
  5. Ricky Putra Globalindo Kabupaten Bogor

Sementara PK FSB GARTEKS KSBSI PT PWI 2 Kabupaten Serang juga telah membuktikan, sejak tahun 2019 telah berhasil memasukan pasal-pasal GBV kedalam PKB. Manajemen perusahaan pun ikut mendukung kampanye GBV dan hak kesetaraan gender di dunia kerja.

Untuk Tahun 2022 PK FSB GARTEKS KSBSI PT PWI 2 kembali membuat kesepakatan PKB dengan perwakilan manajemen perusahaan. Kedua belah pihak setuju memasukan poin-poin pasal GBV masuk dalam kesepakatan GBV untuk melawan pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kerja. (AH)