ID ENG

Mediasi PHK Sepihak PK FSB GARTEKS KSBSI PT. Ching Luh Indonesia Kembali Dilakukan, Pihak Buruh Bantah Alasan Perusahaan

Tanggal Publish: 08/03/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Banten kembali melanjutkan proses mediasi. Terkait kasus dugaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang dialami 5 Pengurus Komisariat Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri dan Sentra Industri (PK FSB GARTEKS) di PT Ching Luh Indonesia. Proses mediasi juga dihadiri perwakilan perusahaan.

Erwinanto selaku tim kuasa hukum PK FSB GARTEKS Ching Luh Indonesia mengatakan proses mediasi ini memasuki tahap kedua. Dan yang mengajukan mediasi ini adalah dari pihak perusahaan. Selama dialog, dia mengatakan ada beberapa poin pembahasan. Diantaranya, soal penyampaian dari perusahaan yang menyampaikan bahwa 5 orang ter-PHK, karena ada beberapa alasan.

“Pertama latar belakang indisipliner, kemudian saat mereka bekerja tidak mencapai target dan alasan kebijakan efisiensi perusahaan,” katanya, saat diwawancarai melalui seluler, Selasa (8/3/2022).

Namun, kata dia alasan yang dilontarkan perusahaan itu tidak bisa dibuktikan. Pasalnya, PHK secara sepihak ini dinilainya memang terkesan dipaksakan. Sebab, dirinya curiga, karena kasus PHK secara sepihak ini terjadi,setelah PK FSB GARTEKS PT. Ching Luh Indonesia berdiri di perusahaan tersebut.

“Sebab 5 buruh yang terkena PHK secara sepihak ini semuanya pengurus,” ucap Erwinanto yang juga Wakil Ketua Bidang Konsolidasi DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Tangerang Raya Banten.

Selain itu, dia juga mempertanyakan, kalau 5 orang ter-PHK secara sepihak karena tidak mencapai target alasannya juga tidak tepat. Sebab, mereka sebelumnya sudah dirotasi dari pekerjaannya. Atau tepatnya pindah posisi tapi tidak sesuai keahliannya.

“Tentu saja mereka tidak bisa mencapai target yang diinginkan perusahaan. Artinya, dibalik kasus I ni saya duga memang ada skenario untuk melakukan PHK secara sepihak,” jelasnya.

Erwinanto juga mengungkapkan waktu proses dialog terjadi, pihak mediasi dari Disnaker Kabupaten Tangerang juga tertarik pembahasan kasus PHK secara sepihak ini. Mereka juga meminta catatan tambahan kronologis, alasan kenapa target yang diminta tidak terpenuhi. Dan intinya, persoalan tidak memenuhi target itu tidak menjadi alasan utama, namun ada unsur sentimen.

Kemudian, jika mempelajari kasus salah satu yang bernama Muhammad Fajar juga patut dipertanyakan. Karena, dia di PHK dengan alasan efisiensi perusahaan. Namun, ketika diminta bukti data keuangan perusahaan justru tidak mau terbuka.

“Kalau PT.Ching Luh Indonesia alasannya mengalami persoalan keuangan, tapi buktinya mereka justru masih membuka lowongan pekerjaan,” ucapnya.

Intinya, dia mengatakan saat proses dialog mediasi, Erwinanto mengatakan memang tidak mampu mempertahankan argumentasinya. Terakhir, Erwinanto mengatakan agenda mediasi akan dilanjutkan kembali dalam waktu dekat ini.

“Kesimpulan kami dibalik kasus PHK secara sepihak ini, dugaannya memang ada unsur rasa tidak suka dengan kehadiran FSB GARTEKS KSBSI di perusahaan,” tutupnya. (AH)