ID ENG

Masroni Tim Organiser FSB GARTEKS KSBSI Cirebon Menjadi Korban Fitnah ‘Pelecehan’, Ini Kronologisnya

Tanggal Publish: 13/10/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada 26 September 2022, salah satu pengurus perempuan berinisial AP datang ke sekretariat FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Kedatangannya untuk konsultasi masalah keluarganya dengan Masroni tim organiser di wilayah tersebut di PT. Long Rich Indonesia dan PT. Kreasi Garmen Cirebon. Selama konsultasi, AP kemudian menangis, lalu ada salah satu anggota dari PT. Kreasi Garmen Cirebon yang lewat dan melihatnya.

“Namun anehnya, oknum anggota PT. Kreasi Garmen Cirebon ini langsung menuduh saya melakukan tindakan tidak sopan dengan tuduhan mencium AP. Padahal AP menangis itu karena curahan hati (curhat) soal beban keluarga dia kepada saya,” ucapnya di Tangerang Banten beberapa waktu lalu.

Selang beberapa hari kemudian tepatnya pada hari Senin, Masroni bersama AP pergi ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon untuk Surat Keputusan (SK) pencatatan Pengurus Komisariat (PK) FSB GARTEKS KSBSI PT. Kreasi Garmen Cirebon. Pada sore harinya, setelah sampai sekretatriat, pengurus perempuan tersebut mengganti kerudung jilbabnya tapi ketinggalan.

“Waktu itu dia bawa 2 kerudung jilbabnya, nah saat pulang kerudung yang satu lagi tertinggal. Makanya, kemudian saya letakin di jendela. Karena malam harinya saya memang berencana pulang ke Tangerang,” jelasnya.

Setelah sampai Tangerang, ternyata isu pelecehan ini kemudian dihembuskan oleh oknum pengurus FSB GARTEKS KSBSI dari PT. Long Rich Indonesia. Lalu mereka meminta konfirmasi ke Tri Pamungkas sebagai Ketua DPP FSB GARTEKS KSBSI. Kemudian, pada 1 Oktober lalu, Tri Pamungkas pun akhirnya langsung ke Cirebon untuk menyelesaikan persoalan pelecehan ini.

 “Setelah dilakukan pertemuan oleh semua pengurus dan anggota, akhirnya orang yang membuat fitnah mengakuinya. Termasuk AP yang dituduh korban fitnah pelecehan juga mengatakan dia sama sekali tidak ada dilecehkan. Bahkan, AP dalam pertemuan berani membuat pernyataan diatas materai,” ucapnya.

Dalam masalah ini, Masroni mengatakan dirinya merasa dirugikan akibat korban fitnah yang terjadi. Termasuk perempuan yang ikut dituduh nama baiknya tercemar. Selain itu, dia juga menyampaikan istrinya sudah mendengar masalahan fitnah yang disebar pihak ketiga yang tidak tahu kronologi sebenarnya.

“Akhirnya istri saya pun meninggalkan saya sekarang ini,” ungkapnya.

Walau permasalahan sudah selesai, Masroni meminta agar orang yang sengaja menghembuskan isu  fitnah ini segera meminta maaf. Agar namanya bersama AP bersih kembali serta situasinya kembali normal seperti awal. Pasalnya, kedatangannya ke Cirebon dalam rangka melakukan agenda pengorganisiran untuk mengembangkan organisasi.

“Niat saya sejak awal memang tidak ada niat buruk datang ke Cirebon. Buktinya, setelah satu bulan disini, jumlah anggota semakin bertambah pesat. Serta sudah ada buruh dibeberapa perusahaan yang ingin bergabung ke FSB GARTEKS KSBSI,” tegasnya.

Untuk saat ini, dia belum ada berniat melaporkan ke pihak kepolisian karena menunggu itikad baik dari orang yang memfitnahnya untuk meminta maaf. Namun, jika batas waktu yang ditentukan oknum yang membuat fitnah tidak meminta maaf, maka akan segera ditempuh jalur hukum.

“Dugaan saya dibalik fitnah yang keji ini memang ada dugaan kuat sekelompok orang yang tidak suka kehadiran FSB GARTEKS KSBSI di Cirebon. Sebab, sebelumnya ada 18 orang pengurus yang keluar dari FSB GARTEKS KSBSI dari PT. Long Rich Indonesia. Tapi dugaanya, mereka mengundurkan diri ini tidak murni, karena intimidasi dari oknum serikat buruh lain,” kata Masroni.

Selain itu, terdengar kabar salah satu oknum HRD di PT. Long Rich Indonesia sempat bertemu dengan pengurus PK. FSB GARTEKS KSBSI PT. Long Rich Indonesia. Dimana dalam pertemuan tersebut, oknum HRD perusahaan meminta agar tidak hadir di perusahaan. Dan diduga, oknum HRD ini dekat beberapa pengurus serikat buruh yang tidak suka dengan diluar FSB GARTEKS KSBSI.

Tri Pamungkas mengatakan dibalik fitnah pelecehan yang menimpa Masroni dan AP diduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oknum tertentu untuk mencari keuntungan. Karena itu, dia menegaskan FSB GARTEKS KSBSI tetap bersikap tegas terkait masalah ini. Walau sudah ada klarifikasi dan orang yang membuat fitnah sudah mengakuinya, tapi ada kemungkinan akan diambil langkah hukum.

“Sebab masalah ini sudah merugikan nama baik Masroni dan AP serta marwah FSB GARTEKS KSBSI. Dan tidak mungkin dibalik fitnah yang keji ini tidak ada keterlibatan dari sekelompok orang,” tegasnya.

Sebab, kata Tri, saat  proses pencatatan pengurus komisariat ke Disnaker Cirebon, ada oknum-oknum tertentu yang sengaja ingin mengagalkannya. Karena, 18 orang pengurus dan anggota yang mengundurkan dari FSB GARTEKS KSBSI ini juga bukan anggota lagi. Jadi tidak ada melakukan intervensi.

“Dugaan saya mundurnya pengurus tersebut memang ada aktor intelektualnya. Lalu sengaja melakukan intevensi dan sekarang ini kami masih melakukan kajian untuk mencari kebenarannya,” ucap Tri.      

Tri juga menyesalkan kepada orang yang telah melakukan fitnah kepada Masroni dan AP, tapi sampai hari ini tidak meminta maaf. “Kalau korban yang dirugikan akhirnya memutuskan meminta pendampingan hukum, maka saya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian,” tutupnya. (AH)