ID ENG

Laporan ILO: Upah Murah dan Kemiskinan Masih Persoalan Global

Tanggal Publish: 31/01/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyampaikan kemiskinan akibat kerja tidak layak dibelahan negara masalah utama di dunia saat ini. Pasalnnya, hampir setengah miliar penduduk dunia yang bekerja belum mendapatkan pekerjaan layak, perlindungan serta jaminan sosial.

Bahkan, tren yang akan terjadi pada 2020 ini diprediksi pengangguran tingkat global naik sekitar 2,5 juta orang. Sementara, pengangguran tingkat global selama 9 tahun terakhir ini belum mengalami penurunan. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi masih melambat karena penyerapan tenaga kerja sangat minim.

Guy Ryder, Direktur ILO tak membantah ketika perekonomian dunia sedang melambat sangat berpengaruh pada kenaikan pengangguran. Selain itu, salah satu dampak meningkatnya jumlah pengangguran dikarenakan ketidaksesuaian penawaran gaji dengan porsi kerja.

Oleh sebab itu, dia mendesak agar  para pemimpin dunis bersikap serius mencari solusinya. Karena jika dibiarkan secara berlarut akan berdampak pada ketimpangan nglobal.

“Saat ini jumlah pengangguran tingkat global mencapai 188 juta orang. Sementara 165 juta orang yang bekerja mendapat gaji dibawah rata-rata. Lalu ada 120 juta orang bekerja tanpa status yang jelas tanpa ada jaminan sosial serta perlindungan kerja. Total ada 470 orang  di dunia ini yang hidup dibawah garis kemiskinan,” jelasnya dalam keterangan tertulis 20 Januari lalu.

Berdasarkan data dari dari setiap negara, pendapatan nasional setiap negara untuk tenaga kerja mengalami penurunan dari tehun ke tahun. Hal ini terlihat dari tahun 2004 sampai 2017, sebesar 54 persen turun menjadi 51 persen.

“Penurunan pendapatan ekonomi negara ini paling menonjol di negara-negara  Eropa, Asia Tengah dan Amerika,” terangnya.

Akibat berkurangnya pendapatan nasional sangat berdampak pada peningkatan pengangguran secara global. Tentunya ketika pengangguran naik bisa menghambat program pembangunan berkelanjutan 1 yang dicanangkan PBB sampai 2030 nanti.

Melihat kondisi pertumbuhan ekonomi dunia sedang melambat, ILO menyerukan kepada para pemimpin dunia segera mencari solusinya. Dengan memperbaiki kondisi pekerjaan dan upah layak di negara-negara kategori miskin.

“Mendorong kualitas pendidikan dan ketrampilan berbasiskan teknologi juga sangat penting terciptanya keseimbangan global,” pungkasnya. (AH)