ID ENG

Kunjungi Basis PK di Kabupaten Serang, Ini Pesan Ketum GARTEKS dan Presiden KSBSI

Tanggal Publish: 10/09/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri (DPP FSB GARTEKS) dan Elly Rosita Silaban Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) melakukan konsolidasi ke tingkat Pengurus Komisariat (PK). Kunjungan kali ini di PK GARTEKS PT. Pou Chen Indonesia, PK GARTEKS PT. PWI 1 dan PK GARTEKS PWI 2, dibawah naungan Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS Kabupaten Serang Banten.

Dalam kunjungan itu, Ary Joko Sulistyo menjelaskan kebebasan berserikat adalah hak buruh yang di jamin dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 dan tidak boleh dihalang-halangi. Dan salah satu tujuan serikat buruh adalah wadah perjuangan untuk memperbaiki kesejahteraan buruh.

“Jadi tanggung jawab pemimpin serikat buruh harus konsisten dengan sikapnya, bukan sekadar janji kosong,” ucapnya, Kamis (9/9/2021).           

Dia menjelaskan basis PK adalah kekuatan akar rumput yang dimiliki serikat buruh. Karena itulah, dia berharap setiap pengurus dan anggota harus bersinergi dan membangun solidaritas. Sebab, kunci memperkuat pondasi organisasi adalah saling memahami.

 “Jadi harus mengedepankan komunikasi dan membuang sikap ego dan kepentingan pribadi,” jelasnya.

Kata Ary Joko, era kebebasan berserikat saat ini sering dihadapkan model penghalangan kebebasan berserikat yang mengadopsi sistem Terstruktur Sistematis Massive (TSM). Dimana melibatkan pengambil kebijakan dalam perusahaan didukung oleh sistem dan perangkat yang ada.

“Pola ini sangat efektif diterapkan dibanyak perusahaan untuk menghalangi kebebasan berserikat. Dan dan efeknya membuat serikat tersebut hancur lebur,” terangnya.

Elly Rosita Silaban menyampaikan bangga bisa hadir ditengah pengurus komisariat FSB GARTEKS di Kabupaten Serang. Dia berharap setiap pengurus dan anggota tingkat tetap belajar serta konsisten memperjuangkan buruh. Sehingga kedepannya, regenerasi kepemimpinan FSB GARTEKS  berjalan baik untuk membesarkan organisasi sampai tingkat nasional.  

Dia pun berharap keterlibatan buruh perempuan ikut tampil menjadi pemimpin serikat buruh dan duduk di struktur organisasi untuk memperjuangkan hak kesetaraan gender. “Dan ikut mengkampanyekan melawan kekerasan dan pelecehan seksual berbasis gender di lingkungan kerja,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Faizal Rakhman Ketua DPC FSB GARTEKS Kabupaten Serang. Dia menerangkan dimasa pandemi Covid-19, serikat buruhnya tetap melakukan pengorganisiran dan perekrutan anggota. Lalu mendorong agar perusahaan menerapkan aturan zona bebas dari kekerasan berbasis gender yang disepakati melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Hasilnya sudah ada beberapa perusahaan yang kami perjuangkan dan sepakat menerapkan zona bebas dari kekerasan berbasis gender. Seperti di PT. PWI 1, PT. PWI 2 dan PT. Pou Chen Indonesia,” ungkapnya.

Faizal juga menegaskan buruh di Kabupaten Serang tidak usah takut jika ingin berserikat. Karena buruh sudah dilindungi dalam UU 21 tahun 2000. Bahwa kebebasan berserikat adalah hak semua pekerja atau buruh karena banyak pilihan itu lebih baik dan siapapun dilarang.

“Jadi tidak ada yang boleh menghalangi buruh untuk bergabung atau tidak dengan serikat buruh/pekerja,” lugasnya.

Terakhir, DPC FSB GARTEKS Kabupaten Serang terus berupaya melakukan penambahan jumlah anggota tahun ini. Walau tak bisa dibantah, dimasa pandemi Covid-19, ruang gerak melakukan pengorganisiran buruh banyak kendalanya.  Termasuk, mengenalkan serikat buruhnya melalui kegiatan sosial ditengah masyarakat melalui ‘Garteks Peduli’.

“Dengan adanya gerakan sosial ini kami berharap FSB GARTEKS di Kabupaten Serang tak hanya dikenal dikalangan serikat buruh saja, tapi masyarakat luas pun ikut mengenalnya,” ucapnya.

Terakhir, Faizal mengatakan bahwa jumlah serikat serikat buruh setiap tahunnya terus bertambah dan penuh persaingan. Maka, agenda konsolidasi dan pengkaderan salah satu kunci memperkuat organisasi. Dan melakukan gerakan buruh yang inovasi ditengah masyarakat. (AH)