ID ENG

KSBSI Tak Ada Memihak Soal Perang Ukrania-Rusia, Lebih Mengutamakan Nilai Kemanusiaan

Tanggal Publish: 29/03/2022, Oleh: DPP FSB Garteks

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) secara tegas menyampaikan segala bentuk kekerasan terkait konflik bersenjata Negara Ukrania dan Rusia. Sebab, tidak ada keuntungan didapat dari perang. Justru hanya menimbulkan kehancuran, kehilangan dan duka. KSBSI menyerukan kedua pemimpin negara ini harus segera berdialog untuk membangun perdamaian. 

Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI menegaskan serikat buruhnya tidak mau ikut-ikutan membela Ukrania atau Rusia. Tapi KSBSI memihak nilai kemanusiaan dan menolak segala bentuk kekerasan. Sebab organisasinya konsisten melakukan kampanye perdamaian. Menolak penindasan yang dilakukan tentara Israel tehadap warga Palestina. Mengecam pengusiran dan intimidasi yang terjadi pada etnis Rohingnya, serta membangun solidaritas untuk menolak junta pemerintahan militer Myanmar.

“Persolan perang Ukrania-Rusia itu tak ada urusannya dengan buruh di Indonesia. Kalau pun ada memihak pada satu negara, hanya semakin memperkeruh suasana. Jadi sikap KSBSI tetap berdiri diatas nilai kemanusiaan,” ucapnya, saat diwawancarai di Kantor KSBSI, Cipinang Muara Jakarta Timur, Selasa (29/3/2022).

Elly menceritakan, KSBSI adalah anggota Konfederasi Serikat Buruh Internasional atau International Trade Union Confederation (ITUC). Dan ITUC sekarang ini telah menyerukan penggalangan dana ke semua serikat buruh anggotanya untuk membantu korban perang masyarakat Ukrania.

“Secara kemanusiaan, pastinya KSBSI ikut terlibat membantu dana kemanusiaan untuk korban perang di Ukrania. Karena negara ini telah luluh lantah dibombardir tentara Rusia,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan tidak setuju dengan tentara Rusia yang menginvasi wilayah Ukrania. Karena tindakan ini sangat jelas mengancam dan menghilangkan ribuan nyawa manusia tak berdosa. Sebab akan banyak orang tua yang kehilangan anaknya. Jutaan buruh terpaksa kehilangan pekerjaan akibat terjadi perang.

“Begitu juga sebaliknya, kalau tentara Ukrania yang menginvansi Rusia dan berdampak pada ancaman nyawa, KSBSI juga akan menolak tindakan itu,” ungkap Elly.

Selain itu, dampak perang kedua negara tersebut juga berpengaruh ke Indonesia. Contohnya, minyak goreng sekarang ini masih langka ditengah masyarakat. Hal ini disebabkan karena Ukrania dan Rusia adalah negara produksi terbesar minyak goreng dari bunga matahari diwilayah Eropa. Saat kedua negara ini perang, produksinya pun berhenti. Sehingga persediaan minyak goreng dari kelapa sawit di Indonesia banyak diborong orang Eropa.

“KSBSI juga ikut mengecam mafia penimbun minyak goreng sekarang ini, sehingga masyarakat kita susah mencarinya dan harganya naik tinggi. Pemerintah tidak boleh diam dengan persoalan ini, harus bertindak tegas,” tegas Elly.

Intinya, KSBSI tetap berdiri pada nilai kemanusiaan dan mengutuk segala bentuk penindasan atas nama senjata. “Tidak ada perang yang membawa keuntungan, hanya menimbulkan trauma. “Saya berharap pemimpin Ukrania dan Rusia bisa segera berdialog dan menyelesaikan perang yang terjadi,” tutupnya. (AH)