ID ENG

KSBSI Serukan Setiap Afiliasi Federasi Untuk Rayakan Hari Kerja Layak Internasional

Tanggal Publish: 05/10/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Setiap tanggal 7 Oktober, aktivis serikat buruh/pekerja diseluruh dunia akan merayakan Hari Kerja Layak Internasional, atau dikenal ‘International World Days for Decent Work’. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bagian serikat buruh yang memiliki sejarah panjang di Indonesia ikut merayakan momen peringatan yang dilakukan setiap tahun ini.

Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI mengatakan serikat buruh yang dipimpinnya telah menerbitkan surat tentang seruan resmi. Dimana menghimbau kepada setiap federasi serikat buruh yang berafiliasi dengan KSBSI, ikut merayakan International World Days for Decent Work. Ada beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan, seperti:

  1. Melakukan aksi atau audiensi ke DPR, DPRD setempat untuk berdialog terkait isu prioritas wilayah masing-masing.
  2. Melakukan aksi turun ke jalan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan aturan PPKM.
  3. Kampanye di media sosial, seperti melalui Facebook, Podcast, Instagram, Twitter yang mengangkat topik tema International World Days for Decent Work.
  4. Berkumpul secara solidaritas di area KSBSI dengan mengusung poster/spanduk atau tulisan tentang aspirasi buruh saat ini.
  5. Talk show atau aksi persuasif lainnya.
  6. Aksi bersih-bersih atau gerakan lingkungan lainnya.

Kemudian ada 3 kampanye yang disuarakan pada peringatan International World Days for Decent Work tahun ini, diantaranya:

- Masalah Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.                   

- Segera ratifikasi Konvensi ILO No. 190 Tentang Penghapusan Kekerasan Dan Pelecehan di Dunia Kerja.

- Bentuk Tripartit (Tripartit Plus) Untuk Perubahan Iklim dan Transisi Yang Adil.

- Stop Union Busting di perusahaan multinasional dan rantai pasok.

Bagi setiap peserta yang melakukan aksi peringatan International World Days for Decent Work, diharapkan untuk merekamnya melalui Handphone minimal selama 5 menit. Lalu di share di media sosial.

KSBSI juga mengajak pimpinan Serikat pekerja/serikat buruh lainnya untuk ikut dalam selebrasi perayaan World Days for Decent Work.  Elly Rosita menawarkan ide, setiap organisasi membuat petisi yang dikirim ke Kementerian Ketenagakerjaan terkait beberapa isu prioritas tentang dunia perburuhan saat ini.

“Petisi yang telah ditulis sebaiknya dibuat dalam bingkai kaca seukuran poster, supaya tidak sembarangan dibuang. Krena nanti kita akan tagih respon mereka untuk kedepannya,” ucapnya.

Kemudian, saat perwakilan serikat pekerja/buruh mengirimkan petisi ke Kemnaker jumlahnya  3 sampai 10 orang perwakilan masing-masing pada pukul 13.00 WIB. Dan diusahakan media bisa ikut meliput (KSBSI ikut membantu menyiapkan tim media).

“Tim KSBSI juga siap membantu membuat draft petisi, tapi konfederasi/federasi bebas mengatur isi kampanye, sesuai isu prioritas masing-masing organisasi,” tutupnya. (AH)