ID ENG

KSBSI Banten Nyatakan Kecewa Terhadap Wahidin Alim Atas Penetapan UMK 2022

Tanggal Publish: 01/12/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) wilayah Banten menyampaikan sikap kecewa atas penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang baru saja diumumkan. Keputusan ini diterbitkan Wahidin Alim Gubernur Banten pada Selasa (30/11/2021) dalam Surat Keputusan (SK) Upah dengan nomor No. 480/582-RLS.ADPIM/XI/2021. Dimana keputusan it bersamaan bersamaan aksi demo gabungan serikat buruh/serikat pekerja yang menolak upah murah.  

Massa buruh federasi yang berafiliasi dengan KSBSI ini melakukan aksi demo ini melakukan long march sejak pagi hari dari wilayah masing-masing. Seperti dari Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Cilegon serta daerah lainnya. Kemudian bergabung dengan massa serikat buruh/pekerja lainnya di Kantor Pusat Pemerintahan Gubernur Banten.

Sekira pukul 21.00 WIB, akhirnya terdengar kabar Wahidin Alim telah menandatangani penetapan UMK 2022. Dan keputusan ini langsung disambut kecewa buruh yang berdemonstrasi sejak siang hari. Mereka mengecam Gubernur Banten, karena UMK 2022 mengacu PP Nomor 36 tahun 2021 Tentang Pengupahan. Dimana, PP ini adalah turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang pada umumnya ditolak oleh buruh/pekerja.

Sebelumnya, Sis Joko Wasono Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI) Banten saat orasinya mendesak Wahidin Alim dalam menetapkan UMK 2022 tidak mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. Karena PP ini adalah salah satu produk dari Undang-Undang Cipta Kerja yang mayoritas ditolak oleh buruh. 

“Kami minta Gubernur Banten jangan hanya pura-pura baik meminta suara buruh saja dimasa Pilkada. Tapi dalam urusan upah layak bagi buruh, dia justru memihak kepentingan pengusaha,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan Wahidin Alim terkesan tidak bersahabat dengan buruh selama menjabat gubernur. Padahal, buruh itu penggerak roda ekonomi Banten yang dikenal salah satu wilayah Industri. KSBSI juga menyampaikan rasa kecewa  kepada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang membuat keputusan hasil uji materi formil dan materiil UU Cipta Kerja sangat abu-abu.

Artinya, sampai hari ini pemerintah selalu menganaktirikan buruh, tidak pernah peduli pada nasib buruh yang kesejahteraannya banyak terzalimi. Karena itulah, dia mengatakan buruh harus kompak untuk menghapuskan pasal-pasal yang menghancurkan kesejahteraan buruh dalam UU Cipta Kerja.

“Kita harus bersatu menolak Gubernur Banten menetapkan UMK yang mengacu PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan,” tegasnya.

Faizal Rakhman Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS) Kabupaten Serang ikut menyampaikan rasa kecewa atas penetapan UMK 2022 di Banten, Dia menilai, keputusan ini tidak  memihak pada kesejahteraan buruh. Dan Gubernur Banten hanya mengutamakan kepentingan pengusaha.

“Walau terjalimi, kami akan tetap melakukan perlawanan sampai buruh mendapatkan upah yang layak,” tegasnya.

Gubernur Banten telah menetapkan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Surat tersebut terbit dengan nomor No. 480/582-RLS.ADPIM/XI/2021. Dimana, menjelaskan  besaran UMK Tahun 2022 Provinsi Banten.

Berikut besaran UMK Tahun 2022 se-Provinsi Banten :                          

Kabupaten Pandeglang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 2.800.292.64.

Kabupaten Lebak naik menjadi Rp 2.773.590.40 dari Rp 2.751.313.81 atau naik 0,81%.

Kabupaten Serang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.215.180.86.

Kabupaten Tangerang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.230.792.65.

Kota Tangerang naik menjadi Rp 4.285.798.90 dari Rp 4.262.015.37 atau naik 0,56%.

Kota Tangerang Selatan naik menjadi Rp 4.280.214.51 dari Rp 4.230.792.65 atau naik 1,17%.

Kota Cilegon naik menjadi Rp 4.340.254.18 dari Rp 4.309.772.64 atau naik 0,71%.

Kota Serang naik menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.830.549.10 atau naik 0,52%.

Demo KSBSI wilayah Banten merupakan gabungan dari federasi yang berafiliasi. Diantaranya terlihat dilapangan FSB GARTEKS, FSB NIKEUBA, Federasil LOMENIK, FSB KAMIPARHO dan FTA KSBSI.  (AH)