ID ENG

Kongres ke VI FSB GARTEKS KSBSI Resmi Dibuka, Menuju Gerakan Inovatif

Tanggal Publish: 16/03/2020, Oleh: DPP FSB Garteks

Kongres ke VI 2020 Federasi Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sentra Industri Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) resmi dibuka hari ini di Hotel Swiss Belinn, Kabupaten Serang Banten, (16/3).

Dalam kata sambutannya, Tri Pamungkas, ketua panitia kongres menyampaikan terima kasih kepada semua panitia yang sudah bekerja keras mensukseskan agenda kongres. Walau Indonesia menghadapi ancaman virus corona, ia menaruh rasa terima kasih karena anggota dan pengurus terlihat ramai pada pembukaan kongres.

“Saya berharap  kongres  ke VI ini bisa menghasilkan gagasan baru untuk perubahan serikat buruh kita. Bagi peserta, hasil setiap pembahasan kongres juga harus bisa menjawab tantangan politik dan teknologi era 4.0,” ujar Tri yang juga Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Tangerang Raya.

Tri juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada DPC FSB GARTEKS Kabupaten Serang sebagai tuan rumah yang sudah bekerja keras mensukseskan acara. “Kalau ada kekurangan dari pembukaan sampai penutupan kongres, kami dari panitia meminta maaf, karena tak bisa berbuat sempurna,” terangnya.

Ary Joko Sulistyo Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI dalam kata sambutannya mengatakan tema kongres ke VI mengangkat tema ‘Gerakan Perubahan Industri 4.0 Berbasis Kompetensi dan Inovasi’. Sebab, mau tidak mau buruh harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi era 4.0.

“Kalau tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi 4.0, buruh akan kehilangan pekerjaannya dan diambil alih oleh teknologi. Tugas serikat buruh harus menjawab tantangan ini dengan cara inovatif dan kreatif,” tegasnya.

Nah, langkah yang akan dikerjakan FSB GARTEKS KSBSI kedepannya, Ary mengatakan akan lebih gencar mengkampanyekan buruh harus beradaptasi di era 4.0. Serta membangun jaringan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melakukan program vokasi (pelatihan) kerja berbasiskan teknologi digitalisasi.

Selain itu ia pun tetap mengingatkan keluarga besar FSB GARTEKS KSBSI tetap kritis terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja akan dibahas DPR RI. Kalau tidak ada sikap kritis dari buruh kemudian disahkan, Ary menegaskan RUU Cipta Kerja bisa membawa petakan masa depan buruh.

Sementara Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI menegaskan perjalanan FSB GARTEKS KSBSI dalam kongres ke VI merupakan proses pendewasaan organisasi. Ia menceritakan, sebagai kader GARTEKS telah banyak suka dan duka  yang dia dapat sehingga menghantarkannya menjadi pimpinan tertinggi di KSBSI.

“Saya berterima kasih kepada FSB GARTEKS KSBSI yang sudah berperan penting menghantarkan saya menjadi pemimpin KSBSI sekarang ini,” ujarnya.  

Dia menyarankan untuk kedepannya FSB GARTEKS KSBSI sudah mulai fokus melahirkan kader-kader muda. Proses jenjang menciptakan kepemimpinan muda ini harus dimulai dari tingkat Pengurus Komisariat (PK). Lalu naik ke tingkat pengurus cabang sampai tingkat pusat.

“Regenerasi kepemimpinan harus dimulai dari sekarang, karena persaingan zaman semakin ketat. Hanya orang-orang muda yang bisa menjawab tantangan ini, tugas kita sekarang memberi bekal pendidikan dan pengetahuan kepada generasi muda,” tandasnya. (AH)