ID EN

Komite Kesetaraan Gender FSB Garteks Kabupaten Serang Dibentuk

Tanggal Publish: 17/09/2018, Oleh: DPP FSB Garteks

Baru-baru ini DPP FSB Garteks KSBSI, melakukan agenda sosialisasi “Gender Based Violence”, di Gedung Catur, Kabupaten Serang, Banten. Sekarang ini, DPP FSB Garteks KSBSI sedang gencar melakukan pelatihan dan pemberdayaan, khusus kepada pengurus dan anggotanya yang kaum perempuan. Pasalnya, sampai sekarang ini, masih banyak perempuan yang bekerja di pabrik dan perusahaan menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Mirisnya lagi, berbagai macam kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi selama ini sangat jarang terbongkar. Karena masih ada stigma ketabuan untuk mengungkapnya, termasuk masih rendahnya kesadaran kritis perempuan dalam melakukan pembelaan hak-haknya selama ini.

Menyikapi keprihatinan berbagai macam kekerasan yang kerap menimpa kaum perempuan, akhirnya menjadi alasan DPP FSB Garteks KSBSI, giat melakukan sosialisasi gender bassed violence, karena perusahaan sektor Garteks selama ini adalah mayoritas buruhnya adalah perempuan. Ketika diwawancarai, Elly Rosita Silaban, sebagai penanggung jawab program dan pemberi materi, mengatakan sosialisasi gender based violence, merupakan materi pencerahan dan pemahaman tentang kampanye dan advokasi perempuan menolak berbagai macam kekerasan dan pelecehan seksual.

“Sudah waktunya perempuan bangkit menjadi pemimpin dan memiliki kesadaran kritis tentang kesetaraan gender di era globalisasi sekarang ini,” ujarnya,

Elly juga menekankan agar pengurus dan anggota FSB Gartkes KSBSI harus mau belajar dan tentang hak-hak kesetaraan gender. Karena pemahaman masyarakat secara umum memaknai  gender itu dianggap masih sebatas perempuan. Tapi subtansi nilai-nilai hak gender sangat minim. “Padahal pemahaman gender itu sangat luas sekali maknanya,” ungkapnya.

Dia menerangkan, salah satu makna gender adalah kesetaraan perempuan yang ikut terlibat menyelesaikan persoalan dilingkungan sosialnya. Jadi, ketika perempuan sudah bisa memaknai gender, maka secara alamiah mereka harus percaya diri dan terlibat dalam kepemimpinan dilingkungan sosialnya di era globalisasi sekarang ini.

“Begitu juga dengan kaum laki-laki, ketika mereka sudah memaknai makna gender, maka mereka juga harus menghormati hak-hak kaum perempuan,” tandasnya.

Untuk mewujudkan keterlibatan perempuan dalam kesetaraan gender, DPP FSB Garteks KSBSI juga membentuk Komite Kesetaraan Gender Cabang Serang dan menunjuk 11 orang pengurus dari perwakilan pengurus komisariat. Alasan menunjuk 11 orang pengurus, karena DPC FB Garteks Kabupaten Serang, sekarang ini memiliki 11 pengurus komisariat (PK) tingkat perusahaan.

 “Jadi diputuskan pengurusnya 11 orang perempuan dari seluruh perwakilan PK, agar nantinya semua terlibat aktif. Semoga nantinya mereka yang dipercaya menjadi pengurus Kesetaraan Gender, bisa terlibat kampanye dan advokasi anti kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Acara sosialisasi tersebut diikuti 50 orang peserta dari perwakilan 27 perusahaan dan didukung CNC Internasional, serikat  buruh dari Belanda yang selama ini menjadi mitra KSBSI. Selama pemberian materi, peserta terlihat antusias, karena keinginan mereka ingin lebih mendalami pemahaman tentang isu gender. (A1)