ID ENG

Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kota Medan Fasilitasi Sosial Dialog Menaker dengan PPHRI

Tanggal Publish: 02/02/2021, Oleh: DPP FSB Garteks

Pada 29 sampai 30 Januari lalu, Ida Fauziyah melakukan agenda kerja ke Sumatera Utara, khususnya di Pulau Samosir dan Kota Medan. Dalam kunjungan itu, meninjau pengrajin ulos di Desa Lumban Suhi - Suhi, di Kabupaten Samosir. Ia meginginkan pengrajin ulos tersebut bisa mendapatkan peningkatan kompetensinya, melalui pelatihan kerja  Balai Latihan Kerja (BLK).

“Setelah usai pelatihan di BLK yang difasilitasi oleh Kemnaker saya berharap pengrajin ulos bisa masuk ke pasar kerja atau menjadi wirausaha yang kompeten,” ucapnya.

Paraduan Pakpahan Ketua DPC Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS-KSBSI) Kota Medan mengapresiasi kunjungan Ida Fauziyah ke Kabupaten Samosir dan Kota Medan. Ia berharap kepada Vandiko Gultom Bupati terpilih pada Pilkada 2020, bisa berjuang untuk menghidupkan BLK di Kabupaten Samosir, khususnya di sektor pariwisata.   

Saat Menaker tiba di Kota Medan, dirinya pun memfasilitasi agenda sosial dialog dengan pengurus Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI) Sumatera Utara. Dimana dalam pertemuan itu  membahas peluang bisnis serta penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap pekerja di sektor pariwisata dan sektor lainnya.

“Menaker berpesan supaya pengusaha dan serikat buruh/pekerja bisa bersinergi dimasa pandemi Covid-19 ini. Karena tak bisa dibantah, wabah Corona yang melanda dunia saat ini, membuat semua sektor terpuruk. Jadi beliau meminta kepada kami, agar bisa duduk bersama mencari solusi. Bukan saling menyalahkan,” ucapnya, saat diwawancarai, Selasa (2/2/21).

Selain itu Menaker menyampaikan Sumatera Utara adalah bagian dari prioritas pemerintah pusat sebagai daerah destinasi wisata tingkat nasional dan internasional. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan dengan pihak terkait akan fokus mengembangkan SDM dibidang pariwisata. Salah satu langkah kongkritnya menghidupkan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan (BBPLK Medan).

“Dalam dialog itu, beliau juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah akan menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil dalam agenda pemulihan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.  

Nah, Paraduan sebagai fasilitator pertemuan itu mengatakan saat BBPLK ini nantinya sudah berjalan, akan bermanfaat bagi FSB GARTEKS di Sumatera Utara. Karena anggota dan pekerja lainnya bisa dilibatkan ikut pelatihan yang berstandart sertifikat dari pemerintah.

“Kalau hubungan komunikasi dengan pengusaha sudah berjalan baik tentu saja akan lebih mudah mengorganisir buruh yang bekerja di sektor perhotelan dan restoran supaya bergabung dengan FSB GARTEKS KSBSI. Setelah menjadi anggota akan kita beri berbagai pelatihan supaya SDM mereka bisa lebih baik,” katanya.

Sejauh ini, Paraduan menjelaskan sejak FSB GARTEKS KSBSI di Sumatera Utara menjalankan agenda sosial dialog, hubungannya dengan pengusaha semakin dinamis. Segala persoalan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) bisa diselesaikan melalui Bipartit. Tidak perlu lagi di pengadilan yang menyita banyak waktu.     

Terakhir, Paraduan berharap agar pemerintah pusat dan daerah saling bersinergi dalam program Balai Latihan Kerja (BLK). Karena, di era teknologi industri 4.0 saat ini, generasi muda sangat perlu dibekali berbagai ketrampilan sebelum masuk ke dunia kerja.

“Saya sangat berharap Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara bisa ikut berkenan mendukung program BLK milik  pemerintah, swasta dan komunitas yang dicanangkan Kementerian Ketenagakerjaan. Dan bisa hadir disemua kabupaten/kota. Sebab SDM yang unggul itu tolok ukur kemajuan sebuah daerah,” tutupnya. (AH)